Bhayangkara FC Anggap Polemik TMS dengan Persebaya Berakhir
Ahmad Bachrain | CNN Indonesia
Senin, 18 Des 2017 17:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Bhayangkara FC, Sumardji menganggap polemik soal Transfer Matching System (TMS) antara klubnya dan Persebaya Surabaya sudah berakhir.
Sumardji menerangkan persoalan yang dinilainya menjadi ranah PSSI tersebut bakal segera diatasi sehingga masing-masing klub tidak dirugikan.
"Polemik TMS sudah berakhir dengan diberikannya TMS untuk Bhayangkara FC sendiri dan TMS Persebaya sendiri," aku Sumardji dikutip dari Antara.
Sumardji menerangkan, PSSI sendiri akan menggelar workshop tentang TMS untuk klub-klub peserta Liga 1 musim depan. Pelatihan itu juga akan dihadiri pihak Bhayangkara FC dan Persebaya.
"Urusan TMS itu bukan domain klub. TMS itu domain federasi. Secara keseluruhan, pada tanggal 19-20 Desember diundang untuk diberikan pelatihan," ungkap Sumardji.
TMS merupakan akun pribadi klub-klub yang digunakan untuk melakukan transfer pemain asing antarfederasi yang difasilitasi FIFA secara daring.
"Tapi akun TMS bersifat rahasia dan tidak bisa semua orang mengakses TMS. Itu rahasia klub," tuturnya.
Dia juga berharap agar pemberitaan terkait permasalahan itu tak menimbulkan kebingungan di masyarakat terutama pecinta bola di Surabaya.
"Tolong dikutip, agar masyarakat khususnya di Surabaya tidak dibuat bingung dengan pemberitaan terkait TMS tersebut," ucapnya.
Seperti diketahui, hubungan Bhayangkara Fc dengan Persebaya merenggang menyusul kasus Transfer Matching System (TMS).
Pihak klub Bajul Ijo protes karena dalam akun TMS Bhayangkara FC di FIFA itu masih atas nama Persebaya. Pasalnya, mereka terancam tak bisa melakukan aktivitas transfer pemain, terutama pemain asing jika akun tersebut masih milik Bhayangkara FC. (antara/har)
Sumardji menerangkan persoalan yang dinilainya menjadi ranah PSSI tersebut bakal segera diatasi sehingga masing-masing klub tidak dirugikan.
Bhayangkara FC berharaCNN Indonesia/Adhi Wicaksono |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TMS merupakan akun pribadi klub-klub yang digunakan untuk melakukan transfer pemain asing antarfederasi yang difasilitasi FIFA secara daring.
Dia juga berharap agar pemberitaan terkait permasalahan itu tak menimbulkan kebingungan di masyarakat terutama pecinta bola di Surabaya.
Persebaya promosi ke Liga 1 dengan status juara Liga 2. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) |
Lihat juga:Lionel Messi 'Akrab' dengan Tiang Gawang |
Pihak klub Bajul Ijo protes karena dalam akun TMS Bhayangkara FC di FIFA itu masih atas nama Persebaya. Pasalnya, mereka terancam tak bisa melakukan aktivitas transfer pemain, terutama pemain asing jika akun tersebut masih milik Bhayangkara FC. (antara/har)
Bhayangkara FC berharaCNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Persebaya promosi ke Liga 1 dengan status juara Liga 2. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)