Kemenpora Fokus Persiapan Wisma Atlet Asian Para Games 2018

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Sabtu, 23/12/2017 23:20 WIB
Kemenpora Fokus Persiapan Wisma Atlet Asian Para Games 2018 Kemenpora berharap Indonesia bisa jadi tuan rumah yang baik untuk ajang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) fokus pada wisma atlet untuk Asian Para Games APG) 2018. Wisma atlet yang akan digunakan untuk APG 2018 nanti sama dengan yang diperuntukkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Pelaksanaan Asian Para Games 2018 pada Oktober 2018 nanti memang masih cukup lama dibandingkan dengan Asian Games 2018 yang tinggal delapan bulan lagi. Kendati demikian, ada beberapa hal yang harus diselesaikan terutama wisma atlet khusus difabel.

Meski begitu, panitia lokal penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) mengaku terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memenuhinya.


Saat ini, perkembangan wisma atlet yang ada di Kemayoran, Jakarta sudah 100 persen. Dengan kondisi tersebut, pihak Kemenpora berharap bisa ada penyesuaian secepatnya.

"Wisma Atlet memang menjadi perhatian. Saat ini, semuanya terus disiapkan. Kami ingin Asian Para Games 2018 sukses baik prestasi, pelaksanaan, hingga administrasi," kata perwakilan Kemenpora, Adiati Noerdin dalam sosialisasi APG 2018 di Cilandak Town Square, seperti dikutip dari Antara.
Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) melakukan inspeksi pembangunan wisma atlet di Kemayoran.Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) melakukan inspeksi pembangunan wisma atlet di Kemayoran. (Dok. Kementerian PUPR)
Dalam sosialisasi itu, pihak INAPGOC mengharapkan partisipasi masyarakat Indonesia. Sosialisasi ini juga sebagai bentuk usaha untuk mendorong minat masyarakat dalam menyaksikan ajang empat tahunan khusus atlet difabel di Jakarta, 6-13 Oktober 2018 mendatang. INAPGOC akan melakukan rangkaian pemasyarakatan di 16 kota.
INAPGOC saat menggelar pertemuan di Dubai, Uni Emirat Arab.INAPGOC saat menggelar pertemuan di Dubai, Uni Emirat Arab. (Dok. INAPGOC)
"Sosialisasi kami lakukan di 16 kota, yang salah satunya di sini (Jakarta). Hingga saat ini, sudah lima kota yang sudah melakukan sosialisasi mulai dari barat hingga timur," ujar Wakil Ketua INAPGOC, Silviana Murni di sela sosialisasi.

Di mata Silviana, sosialisasi yang lebih gencar akan dilakukan INAPGOC dan pemerintah DKI di Jakarta, karena kedapatan sebagai tuan rumah. Program terdekat dari kedua pihak itu adalah berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah DKI Jakarta.
Wisma atlet di Kemayoran saat tengah dalam tahap penyelesaian akhir.Wisma atlet di Kemayoran saat tengah dalam tahap penyelesaian akhir. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
"Rencananya pertemuan akan dilakukan di balai kota, 28 Desember nanti. Pertemuan itu adalah salah satu upaya untuk mendukung penuh pelaksanaan Asian Para Games 2018 mendatang," ucap Silviana.

Sementara, dalam sosialisasi tersebut, INAPGOC juga mendatangkan tiga atlet asal DKI Jakarta. Ketiganya adalah, Kusnanto (tenis meja), Dilan (menembak), dan Maria Goreti Samiati (atletik balap kursi roda).

"Harapan saya jika bisa mewakili Indonesia pada Asian Para Games 2018, bisa meraih emas. Itu tekad saya. Makanya saya akan terus berlatih untuk mengejar target itu," Kusnanto menuturkan.

Asian Para Games 2018 rencana akan diikuti atlet dari 43 negara. Ada 18 cabang olahraga dengan 582 nomor yang dipertandingkan. Lokasi pertandingan sendiri dipusatkan di komplek Gelora Bung Karno Jakarta. (ptr)