Dilantik Jadi Presiden Liberia, Weah Janji Perangi Korupsi

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Selasa, 23/01/2018 02:30 WIB
Dilantik Jadi Presiden Liberia, Weah Janji Perangi Korupsi George Weah janji memerangi korupsi usai dilantik menjadi Presiden ke-25 Liberia. (REUTERS/Thierry Gouegnon)
Jakarta, CNN Indonesia -- George Weah resmi dilantik sebagai Presiden Liberia. Upacara pelantikan mantan striker AC Milan itu digelar di Stadion Samuel Kanyon, Monrovia, Senin (22/1) siang waktu setemat.

Dilansir dari Reuters, puluhan ribu warga Liberia tampak begitu antusias menyaksikan upacara pelantikan dan mendengar pidato pertama Weah. Pasalnya, ini merupakan sejarah pertama bagi negara tersebut dipimpin oleh mantan pesepakbola termasyhur.

Bahkan, untuk kali pertama pula di dunia, eks pesepakbola terpilih sebagai presiden suatu negara dengan mekanisme demokratis, yakni pemilihan presiden secara langsung.


Peraih Ballon d’Or 1995 itu pun menyampaikan sejumlah poin dalam pidato kenegaraan pertamanya itu. Salah satu yang menjadi isu penting adalah janjinya untuk memerangi korupsi yang begitu merajalela di Liberia.
George Weah didampingin Presiden ke-24 George Weah didampingin Presiden ke-24 Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, dilantik menjadi Presiden ke-25. (REUTERS/Thierry Gouegnon)
Kebijakan tegas untuk memberantas korupsi, disebut Weah juga untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di antara rakyat Liberia. Salah satunya adalah menghentikan penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi yang dinilainya gagal diatasi presiden sebelumnya.

“Saya percaya, cara paling efektif untuk membantu rakyat miskin dan memperkecil kesenjangan antara si kaya dan si miskin adalah dengan memastikan bahwa sumber daya milik bersama tidak berakhir di kantong pribadi para pejabat,” demikian pidato Weah yang disambut gegap-gempita puluhan ribu warga Liberia yang hadir.

Mendapat sambutan luar biasa dari rakyat Liberia, Weah mengaku enggan terlena. Sebaliknya, ia menyadari tantangan terbesar menjadi Presiden ke-25 Liberia menggantikan peraih penghargaan Nobel, Ellen Johnson Sirleaf, yakni tetap menjaga persatuan negaranya.

“Ini akan jadi tugas saya memimpin negara ini dari perpecahan menuju persatuan. Saya tidak akan membiaran kalian kecewa,” ujar pria 51 tahun tersebut.

Liberia memang pernah mengalami perang saudara pada 1980-an hingga 1990-an dengan pertikaian yang sangat brutal di negara tersebut.

Pada 2000-an, Johnson Sirleaf berjasa meredakan konflik di negaranya hingga dinobatkan sebagai Presiden ke-24 Liberia melalui mekanisme demokratis yang damai dalam sejarah negara itu. Namun, ia dianggap gagal mengatasi korupsi di antara para elite politik negara itu.

Dalam kesempatan itu, Weah juga mengajak segenap rakyat Liberia untuk membuka lembaran baru usai masa-masa kampanye pemilihan presiden yang sempat memanas di negara Afrika bagian barat itu.

Mantan pemain Chelsea itu memenangkan 61,5 persen dari 98,1 persen surat suara yang dihitung. Sementara itu, pesaingnya, Joseph Boakai hanya mengantongi 38,5 persen suara. (bac)