Pelatih Ungkap Keajaiban Firman di Kejuaraan Beregu Asia

CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 11:25 WIB
Pelatih Ungkap Keajaiban Firman di Kejuaraan Beregu Asia Firman Abdul Kholik menciptakan keajaiban di laga semifinal. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tunggal putra Hendry Saputra menyebut keberhasilan Firman Abdul Kholik menggagalkan enam match point Lee Dong Keun dan menang 22-20, 11-21, 22-20 pada babak semifinal Kejuaraan Beregu Asia sebagai sebuah mukjizat.

Nyawa Tim Indonesia ada di ujung tanduk saat Lee Dong Keun mendapat match point pada angka 20-14 di gim ketiga pada laga kelima melawan Firman. Lee Dong Keun hanya butuh satu poin lagi untuk membuat Korea Selatan lolos ke partai puncak.

Namun dalam kondisi tersebut, Firman mampu meraih enam poin beruntun untuk menyamakan kedudukan. Tak sampai di situ, di saat deuce, Firman langsung merebut dua poin untuk memenangkan laga dengan skor 22-20.


"Apa yang terjadi pada Firman itu mukjizat. Itulah yang namanya pertandingan, selalu melibatkan kondisi dua pihak yang bertanding di lapangan."

"Yang saya lihat , Lee Dong Keun justru mengubah gaya main saat sudah unggul 20-14. Ia jadi tak sabar untuk menyelesaikan pertandingan, hal inilah yang dimanfaatkan Firman," ujar Hendry kepada CNNIndonesia.com.

Keberhasilan Indonesia jadi juara Kejuaraan Beregu Asia tak lepas dari keajaiban yang diciptakan Firman Abdul Kholik di babak semifinal.Keberhasilan Indonesia jadi juara Kejuaraan Beregu Asia tak lepas dari keajaiban yang diciptakan Firman Abdul Kholik di babak semifinal. (Foto: dok. PBSI)
Hendry kemudian berterus terang bahwa dirinya tidak memberikan perubahan taktik saat skor 14-20.

"Bila saya beri perubahan taktik, tentu tak akan bisa berjalan di kondisi tersebut, malah yang ada makin membuatnya tertekan. Saya hanya memintanya untuk tampil nothing to lose."

"Saat perlahan Firman dapat poin hingga akhirnya deuce, saya tetap tak memberikan instruksi khusus soal strategi," tutur Hendry.

Keberhasilan Firman selamat dari enam match point membuat Firman jadi salah satu bintang Tim Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia. Hendry sendiri memilih untuk tidak memberikan pujian berlebihan pada Firman.

"Sebelum kemenangan tersebut, ada kondisi Firman tertinggal 14-20 setelah bertarung ketat di awal. Itu berarti sebelum momen itu, Firman bermain tidak terlalu bagus."

"Laga kemarin itu seperti mukjizat, akan sulit terulang bila terjadi dua kali," ucap Hendry. (ptr/bac)


BACA JUGA