Vinales Masih Kenang Duel Rossi-Giberneu di Jerez 2005

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 04:08 WIB
Vinales Masih Kenang Duel Rossi-Giberneu di Jerez 2005 Maverick Vinales gembira bisa satu tim dengan Valentino Rossi. (REUTERS/Susana Vera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maverick Vinales mengakui bahwa dirinya sangat mengidolakan Valentino Rossi sejak kecil. Vinales bahkan menyebut duel Rossi lawan Sete Giberneu di Sirkuit Jerez tahun 2005 sebagai salah satu momen yang sulit dilupakan olehnya.

Vinales yang saat ini baru berusia 23 tahun mengaku bahwa dirinya tumbuh dengan melihat aksi-aksi Rossi di lintasan balap. Vinales tanpa ragu menyatakan Rossi adalah idolanya di masa kecil.

"Valentino Rossi adalah idola saya semasa kecil. Saya senang melihat caranya merayakan sukses dan tentu saja saya senang dengan gayanya di lintasan ketika mengemudikan motor."


"Rossi sangat agresif dan saya benar-benar memperhatikannya. Saya mempelajari gaya balapnya dan memang sungguh luar biasa saat dilihat. Saat ini dia mengemudikan motor dengan cara yang berbeda, namun hal itu justru membuktikan bahwa dia punya bakat yang hebat dan kemampuan luar biasa untuk beradaptasi," ujar Vinales seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Vinales bahkan mengakui bahwa dirinya masih ingat momen duel Rossi lawan Giberneu di GP Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Jerez 2005.

Maverick Vinales sudah lama mengidolakan Valentino Rossi.Maverick Vinales sudah lama mengidolakan Valentino Rossi. (Foto: AFP PHOTO / Michal Cizek)
"Saya mulai mengagumi dirinya sejak tahun pertamanya di Yamaha pada 2004 karena Rossi selalu terlibat dalam duel fantastis menghadapi sejumlah pebalap. Kemenangannya di Jerez tahun 2005 ketika dirinya bertarung melawan Sete Giberneu merupakan salah satu momen yang akan selalu jadi momen penting dalam sejarah olahraga ini," ujar Vinales.

Vinales pun tanpa ragu mengungkapkan kebahagiaannya karena pada akhirnya ia kini bisa berada satu tim dengan Rossi di Yamaha meski usia keduanya terpaut 16 tahun.

"Memiliki Rossi sebagai rekan setim tentu membuat saya sangat termotivasi. Ketika idolamu kini jadi rekan setimmu, maka itu berarti dirimu hampir berda di level yang sama, jadi sejujurnya hal ini merupakan hal yang sangat luar biasa."

"Kami memiliki hubungan yang bagus. Kami punya rasa saling menghormati yang besar. Kami tentunya tak memiliki hubungan yang terlalu akrab karena hampir mustahil hal seperti itu terjadi (di antara sesama pebalap dalam satu tim). Namun kru teknik kami saling bekerja sama untuk berbagi informasi," tutur Vinal (ptr)