Mourinho: Manchester United Tak Butuh Drama Kesedihan

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 05:26 WIB
Mourinho: Manchester United Tak Butuh Drama Kesedihan Manchester United harus terhenti di babak 16 besar Liga Champions. ( REUTERS/David Klein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Manchester United Jose Mourinho mengakui kekalahan timnya atas Sevilla pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa (13/3). Namun Mourinho menegaskan bahwa dirinya tak butuh drama kesedihan dan harus siap untuk laga selanjutnya di sisa musim.

Pemain Manchester United terlihat kecewa seusai pertandingan. Pasalnya, kekalahan dari Sevilla itu baru menampakkan wujudnya di 18 menit terakhir pertandingan setelah Wissam Ben Yedder masuk.

"Saya cukup puas bahwa para pemain tidak menyembunyikan kesedihan mereka, namun kami tak punya waktu untuk drama," ujar Mourinho dalam wawancara dengan BT Sport seusai pertandingan.


Mourinho menyebut sejatinya tak ada yang salah dengan para pemainnya di laga tersebut. Mourinho menilaikekalahan dari Sevilla adalah bagian dari sepak bola.

"Kami sempat menjalani periode yang bagus di laga tersebut. Kami tidak punya kontrol yang hebat di pertandingan ini namun saya juga tak mengatakan ada yang salah dengan pemain saya hari ini terkait cara mereka bermain hari ini."

Manchester United secara mengejutkan kalah di Old Trafford.Manchester United secara mengejutkan kalah di Old Trafford. (Foto: REUTERS/David Klein)
"Begitulah sepak bola. Kami kalah namun esok adalah hari yang lain dan Sabtu nanti ada laga yang lain," kata Mourinho.

Mourinho mengakui bahwa gol pertama yang dicetak Sevilla jadi titik vital di laga ini.

"Saya rasa gol pertama akan selalu jadi momen penting, bukan hanya karena hasil di leg pertama namun juga bila melihat laga ini berjalan. Kami mencoba agresif sejak menit pertama. Kami tidak bisa mencetak gol dan Sevilla terus bermain baik dalam menjaga bola."

"Kami punya kesempatan bagus untuk mencetak gol, namun kemudian mereka lebih dulu mencetak gol. Sejak itu segalanya terasa lebih emosional. Ketika mereka mencetak gol kedua, maka misi kami menjadi mustahil," ujar Mourinho. (ptr)