Analisis

Sinyal Bahaya Marc Marquez di MotoGP Qatar

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 20:00 WIB
Sinyal Bahaya Marc Marquez di MotoGP Qatar Pebalap Repsol Honda Marc Marquez mampu tampil kompetitif di MotoGP Qatar. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Repsol Honda Marc Marquez memang hanya mampu finis kedua di MotoGP Qatar, Minggu (18/3). Tapi, hasil di Sirkuit Losail bisa menjadi sinyal bahaya bagi para rival Marquez di MotoGP 2018.

Marquez dikalahkan pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, secara dramatis di MotoGP Qatar. Pebalap 25 tahun itu kalah di tikungan terakhir dari Dovizioso meski sempat menyalip di saat-saat terakhir.

Hasil di MotoGP Qatar mengingatkan kita dengan balapan MotoGP Austria dan MotoGP Jepang musim lalu. Ketika itu Marquez juga dikalahkan Dovizioso di tikungan terakhir.


Sejak awal Marquez memang kurang diunggulkan pada balapan MotoGP Qatar meski start dari posisi kedua. Hal itu dikarenakan karakter Sirkuit Losail yang tidak cocok dengan sepeda motor Honda RC213V yang ditunggangi Marquez.

Marc Marquez kalah dari Andrea Dovizioso di MotoGP Qatar.Pebalap Repsol Honda Marc Marquez kalah dari Andrea Dovizioso di MotoGP Qatar. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
Sejak promosi ke kelas MotoGP pada 2013, Marquez baru sekali meraih kemenangan di Sirkuit Losail. Hal itu terjadi pada musim 2014, ketika Ducati belum mampu meningkatkan performa sepeda motor Desmosedici.

Pada MotoGP Qatar 2014, Marquez berhasil mengalahkan Rossi dengan keunggulan +0,259 detik. Setelah itu Marquez selalu kesulitan bersaing dengan para pebalap Ducati dan Yamaha di MotoGP Qatar.

Hasil yang buruk didapat rekan setim Marquez, Dani Pedrosa. Sejak Marquez promosi ke MotoGP, Pedrosa hanya mampu sekali meraih posisi podium di MotoGP Qatar pada 2014. Selebihnya, Pedrosa selalu gagal menembus posisi podium di Sirkuit Losail.

Marc Marquez mulai tampil kompetitif di MotoGP Qatar bersama Honda.Marc Marquez mulai tampil kompetitif di MotoGP Qatar bersama Honda. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)
Kondisi itu membuat keberhasilan Marquez bersaing dengan Dovizioso di MotoGP Qatar 2018 merupakan sinyal bahaya bagi rival The Baby Alien musim ini. Sukses Marquez finis kedua di Sirkuit Losail menjadi pertanda sepeda motor RC213V bisa tampil lebih kompetitif daripada musim-musim sebelumnya.

Kekalahan Marquez di tikungan terakhir dari Dovizioso di MotoGP Qatar 2018 bukanlah suatu bencana bagi Honda. Hasil di Sirkuit Losail justru membuat Marquez semakin percaya diri menghadapi MotoGP 2018. Pasalnya, Marquez bisa tampil kompetitif di sirkuit yang biasanya Honda tampil kurang bagus.

Jadi bisa dibayangkan jika Marquez mampu tampil bagus di sejumlah sirkuit yang biasanya menjadi kelemahan Honda, seperti di Austria, Inggris, Perancis, dan Jepang. Jika itu yang terjadi, maka laju Marquez dalam mempertahankan gelar juara dunia di MotoGP 2018 akan sulit dibendung.

"Saya tiga kali kalah di tikungan terakhir dari Dovizioso di sirkuit terburuk untuk Honda, Red Bull, Motegi, dan Qatar. Hasil ini seperti kemenangan. Di sirkuit di mana kami kuat, di sirkuit favorit saya, saya harus menyerang seperti itu," ujar Marquez dikutip dari Motorsport. (ptr)