Zulfiandi Tak Canggung Gabung Timnas Indonesia

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 21:11 WIB
Zulfiandi Tak Canggung Gabung Timnas Indonesia Zulfiandi terakhir kali memperkuat Timnas Indonesia pada SEA Games 2015. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Zulfiandi pernah mencuat seiring keberhasilan Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF 2013. Bersama Evan Dimas dan Hargianto, pemuda kelahiran Aceh itu menjadi motor serangan anak asuh Indra Sjafri.

Ketika Evan dan Hargianto melanjutkan karier sebagai pesepakbola, Zulfiandi tenggelam lantaran cedera lutut yang dialami pada 2014.

Tahun lalu pemain yang memiliki panggilan Cole itu bergabung bersama Bhayangkara FC. Namun hanya sedikit menit bermain yang didapatnya bersama sang juara Liga 1.


Zulfiandi kemudian ditarik Rahmad Darmawan ke Sriwijaya FC menjelang Liga 1 2018 bergulir.

Zulfiandi melanjutkan kariernya di level klub bersama Sriwijaya FC.Zulfiandi melanjutkan kariernya di level klub bersama Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Pemain 22 tahun itu mendapat panggilan bergabung ke dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia yang berlangsung Januari 2018.

Setelah tidak dipanggil pada pelatnas Februari lalu, Zulfiandi kembali dipercaya menjadi salah satu pemain yang akan menghadapi timnas Singapura pada uji tanding yang akan berlangsung Rabu (21/3).

Zulfiandi pernah memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2015.Zulfiandi pernah memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2015. (ANTARA/Nyoman Budhiana)
"Alhamdulillah bisa gabung lagi di Timnas. Saya bersyukur sekali, terus di Timnas juga sudah tak canggung lagi karena banyak teman-teman lama di sini."

"Mereka sudah saya anggap keluarga sendiri," kata Zulfiandi seperti dikutip dari akun twitter resmi PSSI.

Seperti disebutkan Zulfiandi, beberapa penghuni Timnas Indonesia saat ini merupakan eks-penghuni Timnas Indonesia U-19 dan pemain yang turut memperkuat Indonesia di SEA Games 2015 seperti Awan Setho Raharjo, I Putu Gede Juni Antara, Ricky Fajrin, Hargianto, Evan dan Ilham Udin Armaiyn.

Dalam pengakuannya pada CNNIndonesia.com ketika mengikuti pelatnas Januari 2018, Zulfiandi mengaku persaingan untuk mendapat tempat di lini tengah cukup berat karena banyak pemain berkualitas. Pemain yang pernah berkostum Persebaya itu mengaku harus bekerja keras untuk mencapai performa terbaik terlebih karena cedera lutut parah yang membuat kariernya terancam.

Zulfiandi juga menilai pelatih Luis Milla memiliki kualitas dalam mengarahkan anak asuhnya. Baginya kendala perbedaan bahasa dapat ditanggulangi dengan keberadaan Bima Sakti sebagai asisten pelatih. (bac)