Kemenpora Minta Cabor Tidak Sembarangan Menaturalisasi Pemain
Arby Rahmat | CNN Indonesia
Jumat, 13 Apr 2018 00:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia memperingatkan setiap cabang olahraga (cabor) termasuk sepak bola agar bijaksana dalam menaturalisasi pemain asing.
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan pendapatnya itu usai diskusi PSSI Pers di kawasan Mampang pada Kamis (12/4) sore. Pendapat Gatot merujuk pada naturalisasi yang terjadi di cabang sepak bola.
"Tentu saja kami selektif [dengan naturalisasi], terutama di sepak bola kemudian basket. Konon ada 10 warga asing yang akan dinaturalisasi di basket, karena Indonesia akan jadi tuan rumah Piala Dunia Basket. Akan tetapi, kami sampai sekarang belum tahu data-datanya seperti apa," kata Gatot kepada para awak media.
Menurut Gatot dalam menaturalisasi pemain asing perlu ada berbagai pertimbangan. Gatot juga membantah naturalisasi yang terjadi selalu berujung pada kesempatan bermain di Timnas Indonesia.
"Saya kira untuk naturalisasi akan ada pertimbangan-pertimbangan. Misalnya klub menaturalisasi, ya karena mereka berbicara untuk klub saja," ucap Gatot.
"Berbeda jika untuk timnas. Karena untuk Timnas Indonesia ada ukurannya, misal untuk Timnas Indonesia U-23 dan sebagainya. Masing-masing punya alasan sendiri," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum sekaligus Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengakui naturalisasi merupakan salah satu programnya, meskipun bukan program utama badan sepak bola Indonesia itu.
"Dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi, terobosan-terobosan harus dilakukan. Salah satunya naturalisasi," ujar Joko.
"Naturalisasi itu punya sejarah dan sebab bermacam-macam. Bila yang bersangkutan ingin menaturalisasikan dirinya, PSSI tidak bisa menghalangi," ucapnya melanjutkan.
Isu naturalisasi sedang terjadi di sejumlah klub di Liga 1. Salah satunya Sriwijaya FC yang memiliki beberapa pemain naturalisasi, Esteban Vizcarra dan Alberto Goncalves. Hal itu menjadi keuntungan bagi Laskar Wong Kito karena bisa memenuhi kuota pemain asing. (bac)
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan pendapatnya itu usai diskusi PSSI Pers di kawasan Mampang pada Kamis (12/4) sore. Pendapat Gatot merujuk pada naturalisasi yang terjadi di cabang sepak bola.
Lihat juga:Jadwal Laga Semifinal Liga Champions |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persib memiliki Victor Igbonefo sebagai pemain naturalisasi. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) |
"Berbeda jika untuk timnas. Karena untuk Timnas Indonesia ada ukurannya, misal untuk Timnas Indonesia U-23 dan sebagainya. Masing-masing punya alasan sendiri," ucapnya menambahkan.
Menurut Kemenpora ada banyak pertimbangan dalam menaturalisasi pemain asing. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Naturalisasi itu punya sejarah dan sebab bermacam-macam. Bila yang bersangkutan ingin menaturalisasikan dirinya, PSSI tidak bisa menghalangi," ucapnya melanjutkan.
Persib memiliki Victor Igbonefo sebagai pemain naturalisasi. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Menurut Kemenpora ada banyak pertimbangan dalam menaturalisasi pemain asing. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)