Satria Muda Targetkan Juara di Final IBL 2018

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 17:30 WIB
Satria Muda Targetkan Juara di Final IBL 2018 Satria Muda menargetkan gelar juara IBL 2018. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satria Muda (SM) Pertamina ingin menutup Liga Basket Indonesia (IBL) 2018 dengan sebuah gelar juara agar bisa tidur nyenyak.

SM akan berhadapan dengan Pelita Jaya (PJ) pada final IBL. Babak final dengan format Best of Three bakal dimulai di Britama Arena pada Kamis (19/4).

Sedangkan pertandingan final kedua dan pertandingan final ketiga (jika diperlukan) akan dihelat di GMSB Plaza Festival pada 21 dan 22 April.


"Puji Tuhan kami masuk lagi di final. Yang pasti target kami ingin tidur enak, tidak seperti tahun lalu. Persiapan kami sekarang sudah baik," kata pelatih SM, Youbel Sondakh, dalam konferensi pers di Hotel Santika Premiere Slipi, Selasa (17/4) sore.

"Kami semua sudah terjun di kompetisi, yang kami cari kemenangan. Tak ada motivasi lain selain harus menang. Gengsi sudah pasti, kami sudah terjun di sini dan pasti ingin menang," sambung Youbel.

Satria Muda kali terakhir juara IBL pada 2016.Satria Muda kali terakhir juara IBL pada 2016. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Tahun lalu, Pelita Jaya berhasil menjadi juara IBL Indonesia 2017 setelah menaklukkan SM 72-62 dalam gim ketiga final IBL Indonesia, Minggu (7/5).

Kini SM akan bertanding dengan semangat baru. Apalagi, salah seorang pemain andalan SM yakni Vamiga Michel, kemungkinan akan dimainkan setelah menjalani masa pemulihan cedera selama setahun.

"Saya dulu sempat cedera dan di babak play off dimainkan. Dia [Vamiga] punya mental bagus. Kemungkinan main atau tidak, tunggu di hari H saja," ucap Youbel.

"Siapapun yang siap main, 100 persen akan kami mainkan. Vamiga juga masuk dalam list untuk dilihat, tergantung perkembangannya nanti," ucapnya menambahkan.

Satria Muda Targetkan Juara di Final IBL 2018
Lebih lanjut, center SM Christian Ronaldo Sitepu bersyukur timnya bisa kembali masuk final tahun ini. Ia mengaku dalam kondisi yang baik dan sangat antusias melawan PJ.

"Fokus kami sangat penuh. Terkait strategi dan lain-lain, kami ikuti dari pelatih. Saya respek pemain PJ, beberapa pemain di PJ satu tim di timnas [tim nasional]," ujar Dodo.

"Kami ikut di kompetisi ini bukan hanya untuk partisipan, tapi untuk menang. Walau berteman di luar lapangan, kami punya keinginan masing-masing," ujarnya.

Pelita Jaya merupakan juara bertahan IBL.Pelita Jaya merupakan juara bertahan IBL. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Sementara itu, pelatih PJ Johannis Winar mengabarkan seluruh pemainnya berada dalam kondisi yang sehat dan tak ada yang cedera. Skuat PJ, lanjutnya, siap tampil di final.

"Kami selalu haus juara, yang penting kami disiplin dalam bermain," tutur Johannis.

Senada dengan Johannis, shooting guard PJ Xaverius Prawiro mengaku sudah siap untuk mempertahankan gelar timnya. Laga final IBL tahun ini dianggap sebagai berkah bagi PJ.

"Kami akan berikan yang terbaik, motivasi saya pribadi ingin kontribusi di tim. Kedua, kami jadi juara. Saya akan lakukan yang terbaik. Apapun hasilnya saya bersyukur," tuturnya lagi. (jun/nva)