Anggota Komdis PSSI Dwi Irianto mengatakan penetapan sanksi sudah disertai pemanggilan pihak-pihak terkait mulai dari kedua tim, perangkat pertandingan, wasit, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan dan Komisi Pertandingan. Tujuannya untuk menggali dan mencari informasi terkait insiden kerusuhan yang terjadi di pengujung laga Arema vs Persib.
Setelah mendapatkan keterangan, informasi, menyaksikan video pertandingan, termasuk adanya debat, Komdis membuat keputusan resmi terkait hasil sidang, Rabu (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga Arema vs Persib berakhir dengan kerusuhan suporter tuan rumah di Stadion Kanjuruhan. (CNN Indonesia TV) |
"Kalo mereka [Arema FC] tidak terima dan mau banding, senang saya. Itu kan bentuk usaha untuk meringankan hukuman dan memang boleh dibanding. Tapi sampai sekarang saya belum tahu [banding atau tidak]," ucap Dwi.
Panpel pertandingan Arema FC disebut Dwi melanggar Pasal 69 Ayat 1 Kode Disiplin PSSI. Sebagai sanksinya Komdis PSSI bisa menutup sebagian tribune tempat di mana kerusuhan berawal.
"Penutupan tribune ini adalah pembelajaran. Kami melihat video dan mencari letak di mana timbul kerusuhan itu. Ternyata tidak ada penonton yang menyentuh perangkat pertandingan dan kedua tim. Hanya ada petugas pakai rompi oranye yang kena pukul," ucap Dwi.
Dalam laporannya, Panpel Arema FC mengaku telah mengerahkan 1.300 personel keamanan. Namun, dalam pelaksanaannya mereka tidak menjalankan arahan sesuai prosedur standar. (bac/har)
Laga Arema vs Persib berakhir dengan kerusuhan suporter tuan rumah di Stadion Kanjuruhan. (CNN Indonesia TV)