Tim arahan Unai Emery itu menang mudah atas tim kasta ketiga Liga Perancis berkat gol Giovani Lo Celso pada menit ke-26 dan penalti Edinson Cavani (75). Memang tak ada yang terlalu mencolok di lapangan pada laga bertajuk 'David vs Goliath' tersebut.
Les Parisiens begitu mendominasi permainan meladeni tim gurem sesuai prediksi banyak orang. Namun ada fakta unik ketika menengok ke tribune Stade de France yang berkapasitas 81 ribu penonton itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendukung Les Herbiers dari segala usia hadir di Stade de France menyaksikan tim kesayangan mereka di final Piala Perancis. (REUTERS/Stringer) |
Dari segi keuangan, dua klub itu bagaikan bumi dan langit. Dilansir Sport Bible, Herbiers hanya memiliki anggaran sekitar £1,77 juta (Rp33 miliar) dalam semusim.
Para pendukung PSG dan Les Herbiers yang diduduk berdampingan di tribune Stade de France tanpa terjadi gesekan di antara mereka. (REUTERS/Stringer) |
Herbiers sukses mencetak sejarah klub itu untuk kali pertama tembus ke final Piala Perancis setelah mengalahkan rival selevel di Liga Nasional, Chambly, dengan skor 2-0.
Sukses Herbiers menembus final Piala Perancis menambah koleksi rekor klub-klub dari kasta ketiga Perancis yang tembus ke fase puncak itu. Sebelumnya ada klun Nimes (1996), Amiens (2001), dan Quevilly (2012) yang pernah merasakan final.
PSG sebagai lawan di final juga sempat memberikan selamat salam hormat kepada Herbiers sebelum bertanding, karena mereka sukses ke final Piala Perancis. (bac)
Para pendukung Les Herbiers dari segala usia hadir di Stade de France menyaksikan tim kesayangan mereka di final Piala Perancis. (REUTERS/Stringer)
Para pendukung PSG dan Les Herbiers yang diduduk berdampingan di tribune Stade de France tanpa terjadi gesekan di antara mereka. (REUTERS/Stringer)