Sekjen PBSI Achmad Budiharto mengatakan rencana aturan baru itu muncul karena desakan hampir seluruh negara-negara Eropa. Indonesia sendiri diklaim Budiharjo langsung menyatakan tidak setuju dengan rencana perubahan tersebut
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana perubahan aturan mengenai poin di laga bulu tangkis diajukan hampir seluruh negara di Eropa. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Perubahan yang diusulkan oleh sebagian besar anggota BWF dari negara-negara Eropa adalah 11 poin dalam lima gim. Pihak yang memenangkan tiga gim keluar sebagai pemenang dalam pertandingan.
"Dari segi komersial, durasinya jadi lebih pendek dibandingkan aturan 21 poin dalam tiga gim sehingga slot untuk tayangan siaran langsung dan lain sebagainya jadi berkurang."
"Kita ambil contoh seandainya kemenangan dalam tiga gim dengan 11 poin, hanya 33 poin. Sedangkan dengan 21 poin meski hanya dua set, sudah 42 poin dan waktunya pun pasti lebih lama," tutur Budiharjo.
"Dari segi durasi, atlet-atlet Asia memang saya pikir lebih bagus. Berbeda dengan atlet-atlet Eropa yang memiliki power tapi kurang bagus dalam hal ketahanan stamina. Namun, ini baru dugaan kami soal alasan usulan perubahan skor. Terpenting sekarang aturan itu tidak jadi berlaku," ujar Budiharto. (nva/sry)
Rencana perubahan aturan mengenai poin di laga bulu tangkis diajukan hampir seluruh negara di Eropa. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)