Jonatan memulai pertandingan dengan apik dan unggul 2-0. Di gim pertama ini Jonatan menunjukkan permainan yang bagus, terutama setelah interval. Saat tertinggal 7-11, Jonatan tetap bermain dengan tenang.
Lihat juga:Unai Emery Resmi Jadi Manajer Arsenal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tunggal putra gagal memberikan poin saat Indonesia bentrok Korea Selatan. (Dok. Humas PBSI) |
Saat tertinggal 12-20 Jonatan tidak putus asa. Secara perlahan Jonatan berbalik mendapat lima poin beruntun. Sayangnya, Jonatan harus mengakui keunggulan Heo di gim pertama dengan skor 17-21.
Persaingan kedua atlet kembali terjadi di awal gim kedua. Tetapi kemudian Jonatan bisa melesat dengan keunggulan 7-3.
Kwang Hee Heo yang merupakan peringkat ke-78 dunia kembali mengungguli Jonatan dengan skor 10-7. Namun Jonatan menunjukkan konsistensinya dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-10.
Pertandingan berjalan ketata setelah interval, Jonatan dan Heo saling menyalip. Beberapa kali Jonatan diuntungkan dengan dengan kesalahan Heo dan juga pengamatan bagus yang dimilikinya.
Namun, saat unggul 19-17 stamina Jonatan tampak kedodoran. Heo tanpa kesulitan mendapatkan empat poin tambahan dan menutup laga dengan kemenangan 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung selama 44 menit itu. Dengan kemenangan ini tim Korea Selatan pun kembali unggul 2-1.
Lihat juga:Skor 21-0 Terjadi di Piala Uber 2018 |
Sebelumnya Indonesia kehilangan poin setelah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Son Wan-ho 20-22 dan 20-22. Namun, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai menumbangkan Chung Eui Seok/Kim Won Ho 21-11 14-21 21-10.
(sry/jun)
Dua tunggal putra gagal memberikan poin saat Indonesia bentrok Korea Selatan. (Dok. Humas PBSI)