ANALISIS

Kejayaan Madrid Hadiah dari Loris Karius

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Minggu, 27/05/2018 16:53 WIB
Kejayaan Madrid Hadiah dari Loris Karius Dua gol Gareth Bale membawa Madrid meraih gelar Liga Champions ke-13. (REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Real Madrid sukses mencatatkan rekor baru di Liga Champions dengan menjadi juara untuk kali ketiga secara beruntun usai mengalahkan Liverpool 3-1 di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Sabtu (26/5).

Kemenangan itu menjadikan Madrid sebagai klub pertama yang memenangi trofi Si Kuping Besar untuk tiga kali berturut-turut sejak turnamen ini berganti nama menjadi Liga Champions pada 1992.

Sebelum ini ada Ajax Amsterdam (1971-1973) dan Bayern Munchen (1974-1976) yang menjadi juara tiga kali beruntun saat Liga Champions masih bernama Piala Champions. Bahkan, ketika kali pertama turnamen ini digelar Madrid langsung menunjukan dominasinya dengan menjadi juara lima kali beruntun.


Namun harus diakui, kejayaan Madrid kali ini tidak terlepas dari dua 'hadiah' dari kiper Liverpool Loris Karius.

Penjaga gawang asal Jerman itu membuat dua kesalahan elementer yang membuat The Reds defisit dua gol. Andai saja Karius tidak melakukan blunder sebanyak dua kali, bukan tidak mungkin laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

Cederanya Mohamed Salah menjadi kunci kemenangan Madrid di final Liga Champions 2018.Cederanya Mohamed Salah menjadi kunci kemenangan Madrid di final Liga Champions 2018. (REUTERS/Phil Noble)
Pertandingan pada Minggu (27/5) dini hari WIB itu sejatinya berjalan seimbang sejak peluit awal dibunyikan. Liverpool memainkan skuat terbaiknya termasuk trisula maut mereka, Sadio Mane-Roberto Firmino-Mohamed Salah.

Kedua tim memainkan tempo permainan yang tinggi demi membidik gol cepat. Liverpool langsung mendapat tendangan bebas pada awal laga saat Salah dijatuhkan Marcelo.

Serangan dan permainan cepat The Reds membuat El Real melambatkan permainan. Casemiro dan kawan-kawan sadar, meladeni permainan cepat lawan akan berbahaya bagi mereka.

Peluang demi peluang didapat kedua tim hingga menit ke-20. Sampai akhirnya bintang Liverpool, Mohamed Salah, terkapar di lapangan. Salah cedera karena berduel dengan Sergio Ramos.

Pemain asal Mesir itu akhirnya tidak dapat melanjutkan pertandingan karena meringis kesakitan pada bahu kirinya. Pemain 25 tahun itu pun ditarik keluar dan digantikan Adam Lallana menit ke-30

Loris Karius punya andil besar membawa Real Madrid jadi juara Liga Champions 2018.Loris Karius punya andil besar membawa Real Madrid jadi juara Liga Champions 2018. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
'Agen' Ramos pun sukses menjalankan tugasnya. Ramos tidak saja sekadar mematikan pergerakan Salah, tetapi juga membuat mantan pemain AS Roma tidak bisa melanjutkan permainan.

Faktor ini juga yang membuat Liverpool gagal memenangi pertandingan, selain karena dua blunder Karius. Tanpa Salah, permainan Liverpool berubah drastis.

Duet Sadio Mane dan Roberto Firmino tidak mampu memberikan kesulitan berarti bagi pertahanan Madrid. Lini serang tim asal Inggris itu seperti kekurangan kekuatan.

Petaka bagi Liverpool yang membidik gelar keenam mereka muncul menit ke-51. Mental dan konsentrasi Loris Karius tampak terganggu pada saat itu.

Kejayaan Madrid Hadiah dari Loris Karius
Pasalnya, kiper 24 tahun terbilang sangat berani melemparkan bola di mana ada Karim Benzema di depannya. Lemparan mendatar Karius itu pun langsung dipotong Benzema yang membuat bola berubah arah dan menggelinding ke gawang Liverpool.

Liverpool sejatinya bisa bangkit dari keterpurukan karena kehilangan Salah, blunder Karius, dan ketinggalan 0-1. Sadio Mane membuat skor imbang 1-1 dengan golnya pada menit pada menit ke-55 assist dari Dejan Lovren.

Namun, pelatih Madrid Zinedine Zidane memberikan respons cepat dari kebangkitan Liverpool itu dengan memainkan Gareth Bale menggantikan Isco menit ke-61.

Bale pun langsung jadi pahlawan Madrid usai membuat Los Blancos unggul dengan gol saltonya menit ke-64. Pada 10 menit akhir, Bale mematenkan performa dalam laga tersebut dengan menjadi bintang Madrid berkat gol kedua yang masuk ke gawang Karius.

Untuk kali pertama Ronaldo kehilangan gol di partai puncak Liga Champions bersama Madrid.Ronaldo gagal mencetak gol bagi Madrid  di partai puncak Liga Champions 2018. (REUTERS/Phil Noble)
Pada menit ke-83 Bale kembali menciptakan gol indah setelah melepaskan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Hanya saja, gol pamungkas itu juga karena andil Karius.

Karius salah mengantisipasi tendangan Bale yang membuat bola berputar kencang dan berubah arah. Dalam tayangan ulang dari belakang gawang, Karius kedapatan lebih dulu melompat.

Saat mendekati telapak tangan Karius, bola sedikit bergeser ke bawah. Perubahan arah itu yang membuat Karius gagal mengantisipasi bola dengan baik. Sedikitnya sentuhan antara bola yang berputar keras dan telapak tangan Karius membuat bola masuk ke dalam gawang.

Sesaat itu juga Karius seperti menjadi tersangka untuk klubnya. Tidak ada pemain Liverpool yang menghampiri Karius usai insiden tersebut.

Karena, berkat dosa-dosa Karius itu juga Madrid mencatatkan sejarah yang mungkin sulit dilewati klub lain di masa mendatang. Dengan meraih gelar juara Liga Champions ketiga kali secara beruntun, total Madrid sudah mengoleksi 13 trofi Liga Champions.

[Gambas:Video CNN] (nva)