Yaya Toure Merasa Guardiola Bermasalah dengan Pemain Afrika
Nova Arifianto | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jun 2018 05:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan gelandang Manchester City Yaya Toure merasa manajer Pep Guardiola memberi perlakuan berbeda kepada pemain-pemain asal Afrika.
Toure yang pernah berada di bawah arahan Guardiola di Barcelona dan Man City secara terang-terangan menungkapkan kejanggalan mantan gelandang Spanyol itu dalam wawancara dengan France Football bertajuk 'Yaya Toure: Saya Ingin Menjadi Satu-satunya yang Merusak Mitos Guardiola'.
Empat musim bersama Guardiola, baik di Barcelona dan Man City, Toure mengakui diperlakukan tidak adil.
"Dia memperlakukan saya secara kejam. Apakah Anda berpikir dia akan melakukan hal yang sama kepada [Andres] Iniesta di Barcelona? Itu membuat saya bertanya apakah itu karena warna kulit saya," terang pemain gaek itu dikutip dari ESPN.
Toure merasa tidak hanya dirinya yang mendapat perlakuan berbeda. Menurutnya pemain Benua Hitam lain yang berada dalam arahan Guardiola juga memiliki masalah.
Mantan pemain Monaco itu menilai Guardiola tidak akan mengaku memiliki masalah dengan pemain asal Afrika.
"Dia berpura-pura tidak memiliki masalah, dia terlalu pintar. Dia tidak akan mengakuinya. Seandainya dia menurunkan lima pemain Afrika di dalam skuatnya, bukan pemain naturalisasi, saya akan memberinya kue," ucap Toure.
Mantan kapten timnas Pantai Gading itu mengalami penyusutan kesempatan main sejak Guardiola datang pada pertengahan 2016. Padahal dalam enam musim sebelumnya Toure menjadi pemain kunci.
Pada musim 2017/2018 Toure tidak mendapat menit bermain yang banyak. Tercatat Toure hanya bermain sebanyak 17 kali di berbagai kompetisi. Bahkan pemain 35 tahun itu hanya sekali menjadi starter di Liga Primer Inggris, yakni pada laga penutup yang juga menjadi pertandingan terakhir Toure untuk Manchester Biru.
"Saya mencoba mengerti, secara sopan saya bertanya mengenai catatan statistik saya kepada staf kebugaran. Setelah saya lihat hasilnya bagus, bahkan lebih baik dibanding para pemain yang tampil bermain dan lebih muda dari saya. Saya paham ini bukan mengenai masalah fisik," kata Toure.
"Saya tiak tahu mengapa tapi saya merasa ada kecemburuan terhadap saya. Dia melihat saya sebagai rival, seperti saya menutupi cahayanya," sambungnya. (nva)
Toure yang pernah berada di bawah arahan Guardiola di Barcelona dan Man City secara terang-terangan menungkapkan kejanggalan mantan gelandang Spanyol itu dalam wawancara dengan France Football bertajuk 'Yaya Toure: Saya Ingin Menjadi Satu-satunya yang Merusak Mitos Guardiola'.
Empat musim bersama Guardiola, baik di Barcelona dan Man City, Toure mengakui diperlakukan tidak adil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toure merasa tidak hanya dirinya yang mendapat perlakuan berbeda. Menurutnya pemain Benua Hitam lain yang berada dalam arahan Guardiola juga memiliki masalah.
Pep Guardiola dianggap Yaya Toure memiliki masalah dengan pemain-pemain asal Benua Hitam. (Reuters / Carl Recine) |
Mantan kapten timnas Pantai Gading itu mengalami penyusutan kesempatan main sejak Guardiola datang pada pertengahan 2016. Padahal dalam enam musim sebelumnya Toure menjadi pemain kunci.
"Saya tiak tahu mengapa tapi saya merasa ada kecemburuan terhadap saya. Dia melihat saya sebagai rival, seperti saya menutupi cahayanya," sambungnya. (nva)
Pep Guardiola dianggap Yaya Toure memiliki masalah dengan pemain-pemain asal Benua Hitam. (Reuters / Carl Recine)