Pemain Persija Respons Soal Kasus Simic dan Via Vallen

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 17:47 WIB
Pemain Persija Respons Soal Kasus Simic dan Via Vallen Marko Simic diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Via Vallen. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para penggawa Persija Jakarta enggan berbicara banyak terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Marko Simic kepada penyanyi dangdut Via Vallen.

Para pemain Persija, termasuk kapten tim Ismed Sofyan, menyatakan persoalan yang menyangkut Simic adalah urusan personal.

"Soal Simic, itu urusan pribadi dia, saya tidak bisa campuri," kata Ismed kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/6).


Senada, bek tim Macan Kemayoran Maman Abdurrahman juga mengungkapkan hal yang sama. "No Comment. Bukan urusan saya," terang Maman ketika ditanya terpisah.

Via Vallen membeberkan aksi pelecehan seksual dari salah satu pesepakbola.Via Vallen membeberkan aksi pelecehan seksual dari salah satu pesepakbola. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Sebelumnya, ramai beredar di media sosial unggahan foto Via Vallen tentang percakapan dengan salah satu pesepakbola yang diduga melecehkannya melalui pesan pribadi di Instagram, Senin (4/6) malam.

Identitas si pelaku memang ditutupi Via Vallen lewat coretan yang membuat banyak spekulasi terkait sosok pesepakbola yang dimaksud.

Sikap Via Vallen mendapat banyak dukungan dari banyak pihak.Sikap Via Vallen mendapat banyak dukungan dari banyak pihak. (Screenshot via Instagram/@viavallen)
Nama Simic santer dikaitkan dengan identitas pelaku yang dimaksud Via Vallen. Meskipun Via Vallen menyebut tak pernah kenal ataupun bertemu si pemain.

Di sisi lain Simic dan Via Vallen pernah berada satu panggung dalam sebuah program televisi nasional. CNNIndonesia.com telah mencoba mengkonfirmasi dengan mengirimkan pesan pribadi kepada Simic. Namun, hingga kini striker 30 tahun tersebut belum memberikan jawaban.

Pemain Persija 'No Comment' Soal Kasus Simic dan Via Vallen
Keberanian Via Vallen untuk bersuara soal kasus pelecehan seksual yang dialami jadi pemicu perempuan-perempuan lain di Indonesia untuk melakukan hal sama. Mereka ikut membagikan pengalaman pahit saat diperlakukan kurang menyenangkan ke media sosial. (jun/har)