Stoner Anggap Rossi Lebih Buruk dari Lorenzo

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Sabtu, 09/06/2018 21:32 WIB
Stoner Anggap Rossi Lebih Buruk dari Lorenzo Jorge Lorenzo ungguli Valentino Rossi di MotoGP Italia 2018. (REUTERS/Alessandro Bianchi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan juara dunia MotoGP yang pernah meraih sukses bersama Ducati, Casey Stoner, menilai Valentino Rossi lebih buruk ketimbang Jorge Lorenzo.

Stoner, Rossi, dan Lorenzo sama-sama pernah memperkuat tim asal Italia tersebut di masa yang berbeda. Stoner berhasil mengoleksi satu gelar juara ketika membela Ducati di tahun 2007 hingga 2010.

Sementara Rossi mengalami keterpurukan ketika menunggangi motor Desmosedici di musim 2011 dan 2012.


Lorenzo yang pindah dari Yamaha ke Ducati pada musim lalu juga terlempar dari persaingan papan atas. Setelah mengakhiri musim balap di peringkat ketujuh, pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu kemudian tampil mengejutkan dengan meraih gelar juara di MotoGP Italia.

Jorge Lorenzo meraih gelar juara seri pertama bersama Ducati.Jorge Lorenzo meraih gelar juara seri pertama bersama Ducati. (REUTERS/Alessandro Bianchi)
Menurut Stoner, level penampilan Rossi yang tidak dapat meraih gelar juara seri ketika berada di Ducati berada di bawah Lorenzo.

Stoner Anggap Rossi Lebih Buruk dari Lorenzo
"Mereka ada di situasi yang berbeda, tapi saya pikir Valentino lebih buruk karena Jorge berjuang dan berhasil meraih podium serta beberapa kali mampu memimpin di beberapa balapan meskipun dia tidak berhasil menang. Secara singkat, dia mampu bersaing di papan atas," jelas Stoner.

"Saya pikir banyak pebalap melihat pada apa yang Valentino lakukan dan berpikir, 'jika dia tidak dapat melakukannya maka tidak ada gunanya mencoba.' Jika seseorang berada di depan semuanya dia akan menjadi semakin kuat karena mereka berpikir, 'tidak ada lagi alasan jika motor bagus'," sambungnya.

Menurut Stoner adaptasi pebalap mutlak diperlukan karena hal tersebut akan mendukung prestasi sebuah tim dan lebih mudah dilakukan ketimbang melakukan perubahan radikal pada motor yang akan digunakan.

"Saat Valentino tiba di Ducati semua berharap dia membuat motor yang kompetitif dan itu tidak berlangsung secara cepat. Yamaha adalah tim yang bagus dengan dia atau tanpa dia, mereka tetap bisa menjadi pemenang. Mengembangkan motor itu sulit, lebih mudah untuk mencoba dan beradaptasi ketimbang memodifikasi semua," tukas pebalap yang mengakhiri kiprah di MotoGP pada 2012. (nva)