Lima Pemain Terbaik di Fase Grup Piala Dunia 2018

Arif Hulwan Muzayyin, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 15:37 WIB
Lima Pemain Terbaik di Fase Grup Piala Dunia 2018 Salah satu pemain yang menampilkan performa terbaik di fase grup adalah winger timnas Brasil Philippe Coutinho. (REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 16 negara memastikan melenggang ke fase knock out Piala Dunia 2018. Sejumlah negara unggulan berjuang ekstra keras hingga pertandingan terakhir atau bahkan gugur seperti Jerman. Tim-tim yang tak diduga sebelumnya malah melaju dengan mulus, seperti Kroasia.

Di balik kelolosan negara-negara itu, ada penampilan gemilang sejumlah pemain. Beberapa di antaranya adalah pemain-pemain yang tak terduga akan bersinar.

CNNIndonesia.com merangkum sejumlah pemain yang dianggap oleh FIFA menampilkan performa terbaik dalam fase grup Piala Dunia. Hal ini didasarkan jumlah gelar Man of the Match (MotM) atau pemain terbaik di tiap pertandingannya dan statistik FIFA. Berikut daftarnya.


1. Philippe Coutinho

Alih-alih menyebut nama Neymar Jr, mantan bintang timnas Brasil Ricardo Kaka menilai Coutinho sebagai pemain yang paling menentukan dalam skuat Brasil di grup E Piala Dunia 2018.

Dua bintang Brasil, Neymar Jr dan Philippe Coutinho.Dua bintang Brasil, Neymar Jr dan Philippe Coutinho. (REUTERS/Max Rossi)
"Grup [E] sangat ketat, dan kami lihat Coutinho adalah tokoh utama, pemain yang paling menentukan di skuat Brasil," ucapnya, dikutip dari ESPN.

Terbukti, ia meraih dua kali gelar pemain terbaik saat bermain imbang 1-1 melawan Swiss dan menang melawan Kosta Rika 2-0.

Selama 260 menit tampil di tiga pertandingan fase grup, bintang Barcelona ini menyumbang dua gol, masing-masing saat melawan Kosta Rika dan Swiss, serta satu assist saat melawan Serbia.

Selain itu, dalam tiga laga tersebut dia membukukan total 4 tembakan tepat sasaran, 3 tendangan melenceng, 200 operan, dua kali melakukan pelanggaran, dengan satu di antaranya berbuah kartu kuning, serta empat kali dilanggar.

2. Cristiano Ronaldo

Penampilan pemain kelahiran Madeira, Portugal, 33 tahun lalu, ini menjadi sorotan, terutama dalam pertandingan perdana Grup B Piala Dunia 2018 melawan Spanyol. Saat itu, ia mencetak hattrick yang menyelamatkan timnya dari kekalahan dari La Furia Roja.

Mesin gol Real Madrid ini kemudian diganjar MotM saat itu. Satu gelar pemain terbaik lainnya didapat saat ia mencetak gol tunggal kemenangan melawan Maroko. Pada laga terakhir Grup B melawan Iran, Ronaldo tak banyak berkutik.

Secara keseluruhan, dalam tiga penampilannya sepanjang 270 menit itu Ronaldo mencatatkan empat gol, tanpa assist, 7 tembakan tepat sasaran, tiga percobaan tak tepat sasaran, dan 74 operan.

Pemain timnas Portugal Cristiano ROnaldo saat menang melawan maroko.Pemain timnas Portugal Cristiano ROnaldo saat menang melawan maroko. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Empat gol di Piala Dunia 2018 itu mengukuhkannya sebagai pemain tersubur di Eropa dengan 85 gol. Hal itu mengalahkan capaian legenda sepak bola Hungaria, Ferenc Puskas (84 gol), yang sudah bertahan selama 60 tahun.

Hanya saja, ia mendapat cela saat mendapat satu kartu kuning saat menyikut wajah pemain timnas Iran Morteza Pouraliganji, dalam laga di Mordovia Arena, Selasa (26/6) dini hari WIB. Selain itu, ia melakukan tiga kali pelanggaran, serta 13 kali dilanggar.

3. Harry Kane

Kapten timnas Inggris ini sebelumnya sudah digadang-gadang akan bersinar di Piala Dunia 2018. Prediksi itu tak meleset. Ia diganjar pemain terbaik saat Inggris menang 2-1 melawan Tunisia dan menang 6-1 atas Panama.

Harry Kane mencetak gol ke gawang Panama melalui titik penalti.Harry Kane mencetak gol ke gawang Panama melalui titik penalti. (REUTERS/Matthew Childs)
Pemain 24 tahun ini baru memainkan 2 pertandingan pada fase grup. Selama 153 menit bermain, ia sudah menciptakan 5 gol dari 5 percobaan tepat sasaran, sekaligus tak punya tembakan off target. Artinya, rasio gol terhadap tembakannya mencapai 100 persen. Efisien!

Namun, ia belum menciptakan assist, dan baru melakukan 23 operan. Selain itu, ia baru melakukan sekali pelanggaran tanpa berbuah kartu dan empat kali dilanggar.

4. Luka Modric

Menjadi inspirasi Kroasia saat menang melawan Nigeria 2-0 dan menggulung tim bertabur bintang Argentina 3-0, Modric diganjar dua kali pemain terbaik.

Pemain senior di timnas Kroasia ini juga sudah mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali, yakni melalui penalti saat melawan Nigeria, dan sebuah gol tendangan jarak jauh spektakuler ke gawang Argentina.

Pemain timnas Kroasia Luka Modric merayakan kemenangan atas Argentina.Pemain timnas Kroasia Luka Modric merayakan kemenangan atas Argentina. (REUTERS/Ivan Alvarado)
Dua gol itu diciptakan lewat dua percobaan tepat sasaran dan dua tendangan melenceng dari target.

Meski demikian, ia belum memberikan assist dalam 245 menit bermainnya di Piala Dunia 2018. Modric juga tercatat sudah melakukan 143 operan, enam pelanggaran tanpa mendapat kartu, serta dua kali dilanggar.

5. Denis Cheryshev

Dia adalah salah satu yang tak terduga bersinar di Piala Dunia 2018. Pada fase grup, ia mendapat dua gelar pemain terbaik berkat aksi-aksinya saat menaklukan Arab Saudi 5-0, dan menang atas Mesir 3-1.

Denis Cheryshev merayakan gol kedua ke gawang Arab Saudi.Denis Cheryshev merayakan gol kedua ke gawang Arab Saudi. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Pemain Sporting Gijon ini secara keseluruhan sudah mencetak tiga gol, yakni dua gol ke gawang Arab Saudi dan satu gol ke gawang Mesir. Sejauh ini, eks pemain Real Madrid Castilla itu sudah mencatatkan lima tembakan tepat sasaran, satu tendangan tak tepat sasaran, dan 38 operan.

Cheryshev yang kini berusia 27 tahun juga sudah melakukan lima pelanggaran, tanpa memperoleh kartu. (sry)