Dihina Suporter, 'Messi dari Iran' Pensiun Timnas
Arif Hulwan Muzayyin | CNN Indonesia
Sabtu, 30 Jun 2018 14:33 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepulang dari Piala Dunia 2018, bintang muda timnas Iran Sardar Azmoun menyatakan tak akan bermain lagi untuk timnas akibat hujatan dari pendukung yang berdampak pada kesehatan ibunya.
Penyerang Rubin Kazan ini selalu tampil 90 menit di tiga laga Grup B Piala Dunia 2018. Ia, yang sebelumnya digadang-gadang akan bersinar di Rusia, tak mampu berbuat banyak di fase grup.
[Gambas:Instagram]
Azmoun (23) tak mampu mencetak gol dan memberikan assist. Ia hanya membuat 1 shot on target, 2 tendangan melenceng, dan 28 operan. Selain itu, dia melakukan lima pelanggaran, satu kartu kuning, serta tiga kali dilanggar.
Tercatat, Iran menuai kemenangan 1-0 melawan Maroko, kalah 0-1 dari Spanyol, dan mengimbangi Portugal 1-1 di laga terakhir. Atas hasil itu, Iran meraih 4 poin, atau hanya selisih 1 poin dari Spanyol dan Portugal.
Namun, itu tak bisa menolong Team Melli untuk lolos ke fase gugur. Kritik pun meluncur, terutama kepadanya. Hal itu ditanggapi dengan pengunduran diri.
"Sebuah kehormatan besar bisa bermain untuk timnas, dan saya bangga dengan pencapaian saya hingga akhir hayat," ucap Sardar, melalui akun Instagram miliknya.
"Sayangnya, dengan segala kepentingan yang saya punya, bertentangan dengan suara hati saya, saya memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada timnas negara saya," sambungnya.
Menurut dia, hal itu dipicu oleh hinaan sejumlah pihak kepada dirinya dan rekan-rekannya di timnas Iran.
"Dalam hidup ada hal-hal yang akan lebih dulu bicara kepadamu. Ibu saya sudah berangsur sembuh dari penyakit seriusnya dan saya bahagia, tapi sayangnya akibat hal-hal tak baik dari beberapa orang, dan hinaan-hinaan yang tak layak kepada saya dan teman-teman di tim, sakit ibu saya menjadi parah," tuturnya.
"Itu menempatkan saya di posisi sulit. Saya harus memilih salah satu, dan hasilnya saya memilih ibu saya," ungkap Sardar.
Dikutip dari situs FIFA, pelatih timnas Iran Carlos Queiroz sebelumnya berharap banyak dari Sardar yang sudah mencetak 11 gol dari 14 pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2018.
Secara keseluruhan, Sardar sudah mencetak 23 gol dari 35 penampilannya bersama timnas Iran.
Ia, yang merupakan pemain termuda Iran yang menandatangani kontrak profesional saat direkrut Rubin Kazan, sempat dijuluki Messi dari Iran. Sebabnya, kesamaan dengan bintang Argentina Lionel Messi dalam hal kemampuan dribel dan kekuatan kaki kirinya serta keandalan mencetak gol.
Hinaan yang dikeluhkan Sardar itu kontras dengan sambutan para fan saat timnas Iran mendarat di Teheran sepulangnya dari Rusia. Seperti diberitakan Sportbible, ratusan suporter berdesakan meneriakkan dukungannya sembari melemparkan bunga. (sry)
Penyerang Rubin Kazan ini selalu tampil 90 menit di tiga laga Grup B Piala Dunia 2018. Ia, yang sebelumnya digadang-gadang akan bersinar di Rusia, tak mampu berbuat banyak di fase grup.
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, Iran menuai kemenangan 1-0 melawan Maroko, kalah 0-1 dari Spanyol, dan mengimbangi Portugal 1-1 di laga terakhir. Atas hasil itu, Iran meraih 4 poin, atau hanya selisih 1 poin dari Spanyol dan Portugal.
Sardar Azmoun Kazan berduel dengan pemain Spanyol Sergio Busquets, di Kazan, Rusia, 20 Juni. (REUTERS/Sergio Perez) |
"Sebuah kehormatan besar bisa bermain untuk timnas, dan saya bangga dengan pencapaian saya hingga akhir hayat," ucap Sardar, melalui akun Instagram miliknya.
Menurut dia, hal itu dipicu oleh hinaan sejumlah pihak kepada dirinya dan rekan-rekannya di timnas Iran.
"Itu menempatkan saya di posisi sulit. Saya harus memilih salah satu, dan hasilnya saya memilih ibu saya," ungkap Sardar.
Secara keseluruhan, Sardar sudah mencetak 23 gol dari 35 penampilannya bersama timnas Iran.
Suporter timnas Iran di Kazan Arena, Kazan, Rusia, 20 Juni. (REUTERS/Toru Hanai) |
Hinaan yang dikeluhkan Sardar itu kontras dengan sambutan para fan saat timnas Iran mendarat di Teheran sepulangnya dari Rusia. Seperti diberitakan Sportbible, ratusan suporter berdesakan meneriakkan dukungannya sembari melemparkan bunga. (sry)
Sardar Azmoun Kazan berduel dengan pemain Spanyol Sergio Busquets, di Kazan, Rusia, 20 Juni. (
Suporter timnas Iran di Kazan Arena, Kazan, Rusia, 20 Juni. (