Capello Jagokan Inggris Juara di Piala Dunia 2018

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 09:46 WIB
Capello Jagokan Inggris Juara di Piala Dunia 2018 Fabio Capello menilai Inggris memiliki modal bagus menjadi juara dunia. (Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pelatih Inggris Fabio Capello menjagokan Skuat St. George's Cross menjadi juara Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan Prancis di laga final.

Capello menilai Inggris memiliki modal penting untuk menjadi juara dunia termasuk keberadaan Gareth Southgate di posisi pelatih dan Jordan Pickford di bawah mistar gawang.

"Mereka memiliki pemain-pemain cepat dan pelatih hebat," ujar Capello kepada Gazzetta dello Sport dilansir RTE.


"Southgate mengerti dia akan gagal dengan dua bek, sehingga dia memainkan tiga bek. Dia juga menemukan kiper yang menjadi penyelamat, Pickford yang memiliki reaksi dan sadar penempatan posisi," jelas pelatih asal Italia itu.

Capello Jagokan Inggris Juara di Piala Dunia 2018
Dengan skuat yang tergolong minim pengalaman dan menjadi salah satu tim dengan rataan usia termuda, Inggris berhasil menembus semifinal dan menyamai catatan pada Piala Dunia 1966 dan 1990.

Menurut Capello keberadaan pemain muda menjadi keuntungan bagi Inggris dan Southgate mampu memanfaatkan hal tersebut.

Pemain muda Inggris dianggap sebagai keuntungan bagi Fabio Capello.Pemain muda Inggris dianggap sebagai keuntungan bagi Fabio Capello. (REUTERS/Max Rossi)
"Dia [Southgate] dibantu oleh kondisi seperti di Liga Primer di mana banyak muncul pemain muda tanpa menjadi bagian penting. Ada talenta muncul, tapi intuisinya berada pada keputusan menempatkan [Harry] Maguire menjadi salah satu dari tiga pemain belakang, pemilihan Pickford dan menangani ketegangan," ucap Capello.

Pelatih yang pernah sukses bersama AC Milan itu bahkan tak ragu menjagokan Inggris dalam laga final.

"Prancis melawan Inggris. Dan saya memperkirakan Inggris menjadi tim favorit," kata Capello.

Delapan tahun lalu Capello berhasil membawa Inggris ke Piala Dunia. Langkah The Three Lions ketika itu hanya mencapai babak 16 besar karena kalah 1-4 dari Jerman. (sry)