Inggris Kalah di Tengah dan Tergantung Bola Mati

Arif Hulwan Muzayyin, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 16:09 WIB
Inggris Kalah di Tengah dan Tergantung Bola Mati Duel dua gelandang Kroasia dan Inggris, Ivan rakitic dan Dele Alli. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kegagalan Inggris melaju ke final Piala Dunia 2018 dipicu oleh ketiadaan pemain yang bisa memegang bola dan mengendalikan permainan bak Luka Modric di timnas Kroasia. Selain itu, ada ketergantungan pada bola mati dalam mencari gol.

The Three Lions sendiri dikalahkan oleh Kroasia 1-2 di babak semifinal Piala Dunia 2018, di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7). Inggris sempat memimpin lewat gol tendangan bebas Kieran Trippier pada menit ke-5.

Ivan Perisic kemudian menyamakan kedudukan di menit 68. Mario Mandzukic memastikan keunggulan tim berjuluk Vatreni itu di menit 109.


Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate menjelaskan bahwa timnya punya masalah di babak kedua. Terutama, dalam hal ketenangan saat memegang bola.

Dele Alli dan Luka Modirc, di semifinal Piala Dunia 2018.Dele Alli dan Luka Modirc, di semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Christian Hartmann)
"Kami kurang tenang saat memegang bola di babak kedua, dan mungkin itu konsekuensi memimpin dengan tim yang pengalamannya paling sedikit," ucapnya, dikutip dari ESPN.

Dikutip dari data Whoscored, Inggris tercatat memiliki penguasaan bola tak kalah jauh dari Kroasia. Yakni, 44,7 persen berbanding 55,3 persen.

Namun, berdasarkan gambaran heatmap, pemain Inggris lebih banyak bergerak di area sendiri. Pergerakan di area lawan banyak dilakukan di daerah operasi Trippier di sayap kanan.

Kieran Trippier mencitakan gol dari tendangan bebas melengkung ke gawang Kroasia.Kieran Trippier mencitakan gol dari tendangan bebas melengkung ke gawang Kroasia. (REUTERS/Darren Staples)
Sementara, Kroasia lebih banyak memainkan bola di area Inggris, terutama di sektor sayap yang ditempati Ivan Perisic dan Ante Rebic.

Inggris pun hanya memiliki 2 shots on target dan 6 tendangan melebar, sementara Kroasia punya 7 tendangan tepat sasaran dan 11 sepakan melenceng.

Inferioritas Inggris dari Kroasia juga tampak dari perbedaan sentuhan, umpan, dan penguasaan bola para gelandang tengahnya.

Jesse Lingard tak mampu berbuat banyak saat melawan Kroasia.Jesse Lingard tak mampu berbuat banyak saat melawan Kroasia. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Dele Alli memiliki penguasaan bola 4 persen dan 65 sentuhan, 47 operan dengan 37 di antaranya operan tepat sasaran (79 persen). Selain itu, Jesse Lingard menguasai bola 3,3 persen dan melakukan 60 sentuhan, 38 operan dengan 34 di antaranya tepat sasaran (89 persen).

Sementara, Luka Modric memiliki posession 6,5 persen, 85 sentuhan, dan 71 operan dengan 63 di antaranya operan akurat (89 persen). Rakitic menguasai bola sebesar 7,4 persen dengan 98 sentuhan, melakukan 84 umpan, dengan 68 di antaranya umpan sukses (81 persen).

Kapten timnas Inggris Harry Kane dan pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.Kapten timnas Inggris Harry Kane dan pelatih timnas Inggris Gareth Southgate. (REUTERS/Lee Smith)
Southgate mengakui Kroasia memiliki pemain-pemain berpengalaman dan kuat dalam memegang bola.

"Kroasia kuat dan punya pemain-pemain luar biasa dengan jam terbang yang tinggi," ucapnya.

Menurut dia, Inggris sebenarnya cukup baik mengendalikan permainan dan punya beberapa peluang bagus di babak pertama. Di momen itu, kata dia, Harry Kane dan kawan-kawan seharusnya mengejar gol kedua.

Bintang timnas Kroasia Ivan Perisic menceploskan satu gol ke gawang Inggris.Bintang timnas Kroasia Ivan Perisic menceploskan satu gol ke gawang Inggris. (REUTERS/Darren Staples)
"Kami bermain sangat baik di babak pertama, memberi perbedaan pada permainan, dan saya sangat senang dengan cara kami mengontrol penguasaan [bola]," tutur dia.

"Saat Anda menguasai permainan dan memiliki beberapa peluang, pada titik itulah Anda harus membuat gol kedua," imbuh Southgate.

Rekor Bola Mati

Ketiadaan gelandang tengah mumpuni itu membuat Harry Kane dan Raheem Sterling tak bisa berbuat banyak karena tak mendapat suplai bola signifikan.

Inggris Kalah di Tengah dan Tergantung Bola Mati
Alhasil, anak asuh Southgate lebih mengincar gol lewat bola mati. Saat melawan Kroasia, The Three Lions cuma bisa membuat masing-masing satu sepakan ke arah gawang di tiap babak. Dan itupun berasal dari bola mati.

Yakni, tendangan bebas Trippier yang berbuah gol dan sundulan John Stones memanfaatkan sepak pojok yang dihalau Sime Vrsaljko di garis gawang.



Gol tendangan bebas Trippier ke gawang Kroasia juga menjadi gol kesembilan Inggris di Piala Dunia 2018 yang berasal dari bola mati. Totalnya, Inggris sudah mencetak 12 gol.

Jumlah gol dari bola mati itu memecahkan rekor gol dari bola mati dari satu tim di ajang Piala Dunia sejak edisi 1966. Namun, itu tak cukup. Inggris pun pulang tanpa trofi Piala Dunia.

(ptr)