Jelang Final, Kroasia Pilih Tak Latihan

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Minggu, 15/07/2018 02:48 WIB
Setelah melewati tiga kali pertambahan waktu, Kroasia lebih memilih istirahat ketimbang berlatih menghadapi Prancis di final Piala Dunia 2018. Timnas Kroasia di fase gugur selalu menjalani babak pertambahan waktu hingga 120 menit. (REUTERS/Christian Hartmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menyatakan dirinya memilih tak memaksakan para pemainnya berlatih demi menjaga kebugaran di final Piala Dunia 2018.

Secara total, Kroasia bermain 90 menit lebih lama dari Prancis karena tiga kali melewati babak pertambahan waktu. Sementara itu, Prancis selalu mengakhiri laga fase gugur dalam waktu normal.

Prancis juga punya waktu istirahat satu hari lebih lama ketimbang Vatreni.  Inilah yang membuat Dalic memilih untuk mengistirahatkan para pemainnya.
Jelang Final, Kroasia Pilih Tak Latihan

"Kami tidak bersikeras mengadakan sesi latihan. Tak ada lagi yang bisa kami latih. Kami butuh relaksasi dan istirahat. Beberapa pemain kami memang mengalami cedera ringan, tapi kami berharap bisa mengatasi itu," kata pelatih berusia 51 tahun itu.


Dalic sendiri berharap para pemainnya akan cukup jujur jika memang tidak sanggup untuk diturunkan karena kelelahan.
Para pemain Kroasia diperkirakan akan bermasalah soal kebugaran di final Piala Dunia 2018. Para pemain Kroasia diperkirakan akan bermasalah soal kebugaran di final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Di sesi latihan kemarin, lima pemain Kroasia absen, termasuk di antaranya winger Ivan Perisic yang mencetak gol di semifinal. Mario Mandzukic dan bek Ivan Strinic juga ditarik keluar karena cedera.

"Besok adalah final Piala Dunia. Para pemain saya paham maknanya. Satu hal yang membahagiakan saya adalah seluruh pemain saya akan mengatakan pada saya jika mereka tidak dalam kondisi 100 persen," ujarnya.
Timnas Prancis selalu menang di waktu normal di fase gugur Piala Dunia 2018. Timnas Prancis selalu menang di waktu normal di fase gugur Piala Dunia 2018. (REUTERS/Michael Dalder)

Dalic sendiri mengatakan ia dan timnya tak takut oleh rekam jejak buruk mereka ketika berhadapan dengan Prancis. Dari lima perjumpaan, Kroasia belum pernah menang dan kalah tiga kali, sementara dua lainnya berakhir imbang.  Salah satu kekalahan itu terjadi di semifinal Piala Dunia 1998.

"Saya tak terlalu memikirkan statistik dan tradisi dan rekor pertemuan. Tradisi ada untuk dihancurkan," ucap Dalic.

(ptr)