Rossi: Mekanik Yamaha Kabur Setiap Melihat Saya

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 07:56 WIB
Rossi: Mekanik Yamaha Kabur Setiap Melihat Saya Valentino Rossi terus berharap meraih kemenangan di MotoGP 2018 bersama tim Yamaha. (REUTERS/Yves Herman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Valentino Rossi mengaku selalu mendorong mekanik Yamaha untuk melakukan perbaikan pada motor Yamaha YZR-M1 yang ditunggangi musim ini.

Hingga seri kesembilan MotoGP 2018, Rossi berada di peringkat kedua pada klasemen pebalap. Rossi yang meraih 119 poin tertinggal 46 poin dari Marc Marquez.

Peringkat kedua di MotoGP Jerman merupakan hasil terbaik Rossi di musim ini. Pada delapan balapan sebelumnya, pemilik tujuh gelar juara kelas MotoGP itu empat kali naik podium dengan status sebagai peringkat ketiga.


Dengan hasrat meraih gelar juara di musim ini, Rossi menuntut tim Yamaha untuk selalu menyempurnakan motor.

Valentino Rossi untuk kali pertama menempati posisi runner-up pada MotoGP 2018.Valentino Rossi untuk kali pertama menempati posisi runner-up pada MotoGP 2018. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
"Saya menginterupsi orang-orang di Yamaha. Sekarang mereka tidak tahan melihat saya dan saat mereka kabur setiap melihat saya, karena setiap hari saya selalu menggertak mereka. Kami membutuhkan perubahan untuk akselerasi," ucap Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

"Kami memiliki harapan karena musim ini masih sangat panjang dan saya ingin berjuang untuk meraih kemenangan sebelum akhir musim," sambung pebalap yang menjalani musim ke-13 bersama Yamaha.

Valentino Rossi masih tertinggal dari Marc Marquez di klasemen pebalap MotoGP 2018.Valentino Rossi masih tertinggal dari Marc Marquez di klasemen pebalap MotoGP 2018. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Kendati menilai motor YZR-M1 yang dikendarainya sudah mengalami perubahan positif ketimbang di awal musim, Rossi merasa masih mengalami sedikit kendala untuk membukukan waktu terbaik di lintasan.

"[Marc] Marquez memiliki 46 poin lebih banyak dari saya, dia juga cukup kuat, secara realistis ini akan sangat sulit. Tapi seperti biasa kami akan mencoba. Masih ada sepuluh balapan lagi. Jika para mekanik asal Jepang bisa memberi bantuan maka kami dapat menyelesaikan masalah," terang pebalap tertua di MotoGP musim ini.

Rossi belum pernah menjadi juara seri balap MotoGP setelah terakhir kali memimpin balapan di MotoGP Belanda tahun lalu.

Setelah menjadi juara di Assen tersebut, Rossi baru dua kali menempati posisi runner-up yakni di MotoGP Australia 2017 dan MotoGP Jerman 2018. (sry)