Kegagalan timnas Jerman lolos dari fase grup Piala Dunia 2018 membuat dirinya semakin dicemooh sebagai pemain keturunan Turki. Saat persiapan jelang turnamen paling bergengsi di dunia itu, Oezil juga mendapat cemoohan dari publik Jerman.
Pemicunya adalah pertemuan ia dan Ilkay Guendogan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu. Oezil akhirnya memilih mundur karena ia merasa mendapat perlakuan tidak adil sebagai pesepakbola keturunan imigran dari Turki.
[Gambas:Twitter]
Ia lantas menulis panjang tentang unek-uneknya, termasuk alasan memilih mundur yang sebagian besar karena perlakuan rasialisme di Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang dengan latar belakang diskriminatif tidak seharusnya memimpin federasi sepak bola di dunia yang memiliki para pemain dari keluarga dengan dua keturunan."
[Gambas:Twitter]
Oezil pun tak berniat kembali ke timnas Jerman selama masih ada rasisme dan tidak hormat terhadap para pemain, terutama dari para keturunan imigran.
Lihat juga:Griezmann Tebus 'Dosa' Dua Tahun Silam |
Dlalam kesempatan itu, gelandang Arsenal tersebut mengklarifikasi seputar pertemuannya dengan Erdogan yang pernah ia lakukan.
"Bagi saya, berfoto bersama Presiden Erdogan tak ada hubungannya dengan politik dan pemilihan. Itu adalah bentuk penghormatan terhadap pemimpin di negara leluhur saya."