Erick Thohir Kecewa Jakabaring Tak Steril Jelang Asian Games

arby, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 19:26 WIB
Erick Thohir Kecewa Jakabaring Tak Steril Jelang Asian Games Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin meninjau perbaikan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring usai rusak pada akhir pekan lalu. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir menyayangkan rusaknya Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tiga pekan jelang digelarnya ajang empat tahunan terbesar di Asia itu.

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabring rusak setelah oknum suporter klub Sriwijaya FC mencopot sekitar 335 kursi tribune dan melemparnya ke dalam lapangan. Peristiwa itu terjadi ketika Sriwijaya FC kalah telak 0-3 dari Arema FC dalam lanjutan pertandingan Liga 1 2018, Sabtu (21/7) sore.

Erick mengaku sudah sejak tahun lalu mengatakan agar dua bulan sebelum Asian Games 2018, tidak boleh ada acara apapun yang berlangsung di venue-venue olahraga tersebut. Akan tetapi, yang terjadi tidak demikian.


"Jadi begini, kan venue itu dibangun ada [peran] pemerintah pusat, daerah, swasta, termasuk yang ada di Jawa Barat, Jakarta, Palembang, dan Banten. Venue-venue itu sendiri kan sudah ada alokasi jadwalnya. Kalau diingat, pernah kan saya mengatakan pada tahun kemarin bahwa venue diusahakan tidak dipakai dua bulan sebelum Asian Games," ucap Erick kepada CNNIndonesia.com pada Senin (23/7).

"Tapi pada kenyataannya ada liga sepak bola, Indonesia Open. Tentu kami juga sebagai panitia tetap mendukung olahraga nasional, tapi kami beri peringatan juga dari jauh hari agar steril," ucapnya melanjutkan.

Komentar senada juga diungkapkan Sekrearis Jenderal INASGOC Eris Herryanto menyayangkan kerusakan di Stadion Jakabaring bisa terjadi. Padahal INASGOC sudah memberikan kepercayaan venue itu kepada pemilik, dalam hal ini Jakabaring Sport City.

Stadion Jakabaring dirusak suporter Sriwijaya FC usai timnya kalah 0-3 dari Arema FC.Stadion Jakabaring dirusak suporter Sriwijaya FC usai timnya kalah 0-3 dari Arema FC. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
"INASGOC memang betul saat ini mengendalikan secara operasional penggunaan venue sejak hari H-100. Namun kami menghargai komitmen awal dari pemiliki venue, sehingga penggunaan venue Stadion Sriwijaya adalah komitmen pemilik venue sebelum diserahkan kepada INASGOC," ujar Eris.

"Adapun dengan kejadian ini, INASGOC meminta segera diperbaiki agar saat pertandingan Asian Games bisa digunakan. JSC berjanji akan memperbaiki sepekan. Jadi venue siap sebelum digunakan," ujarnya kembali.

Diperbaiki dalam Dua pekan

Erick Thohir menyebut Stadion Jakabaring akan kembali ke kondisi terbaik dalam dua pekan ke depan atau kurang lebih sepekan sebelum Asian Games 2018 dibuka.

Anggota TNI dari satuan Yon Zikon 12 / Karana Jaya membantu proses perbaikan Stadion Jakabaring pada Senin (23/7).Anggota TNI dari satuan Yon Zikon 12 / Karana Jaya membantu proses perbaikan Stadion Jakabaring pada Senin (23/7). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
"Alhamdulillah Pak Alex Noerdin [Gubernur Sumatera Selatan] selaku pimpinan tertinggi panitia Asian Games 2018 di sana, langsung turun tangan. Kursi akan diperbaiki dalam waktu sepekan, lapangan dalam waktu dua pekan. Jadi saya apresiasi dengan tanggung jawab Pak Alex," kata Erick.

"Saya mengharapkan pemerintah daerah, pusat, dan swasta agar bertanggung jawab bila ada yang seperti ini. Kejadian kemarin adalah peringatan bagi saya," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Erick berharap suporter Indonesia bisa menunjukkan karakter yang baik di masa mendatang. Erick menilai hal itu diperlukan agar industri olahraga terutama sepak bola Indonesia, menjadi industri yang besar.

"[Suporter Indonesia] tidak merusak aset yang ada. Karena kalau merusak aset yang ada, yang rugi klub bola. Kedua, habis bertanding sepak bola jangan buang sampah sembarangan apalagi sampai ada korban jiwa," tutur Erick.

"Kita harus memikirkan bagaimana keluarga bisa nyaman datang, anak kecil bisa nonton langsung di stadion. Kalau cinta [sepak bola], mereka [suporter Indonesia] harus bisa menjaga martabat klubnya," tuturnya lagi.

Selain itu, Erick juga merasa semakin hari suporter Indonesia semakin dewasa. Akan tetapi, lanjutnya, masih perlu ditingkatkan.

"Pimpinan klub juga mesti segera konsilidasi. Kasihan kan kalau sampai ada di penjara gara-gara sepak bola," pungkas dia. (sry)