Sebagian Warga Palembang Masih Cuek dengan Asian Games 2018

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 14:03 WIB
Sebagian Warga Palembang Masih Cuek dengan Asian Games 2018 Sebagian warga Palembang belum antusias menyambut Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Palembang, CNN Indonesia -- Sebagian warga Palembang masih belum antusias menyambut gelaran Asian Games 2018 yang akan digelar 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, warga Palembang sadar kotanya akan menjadi salah satu penyelenggara Asian Games 2018. Sebagian antusias dengan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut, tapi ada juga yang cuek.

"Asian Games 2018 di Palembang tidak terlalu kedengaran gaungnya. Gaungnya ada, tapi kultur kami di Palembang adalah sebelum suatu acara dimulai, itu belum terlalu ramai. Bukan tidak mau memeriahkan, kami orang Palembang 'cuek' semua," kata salah satu warga Palembang, M. Junaidi.


"Akan tetapi, meskipun 'cuek', ketika acara itu sudah berlangsung pasti ramai. Selesai acara, bubar, juga masih ramai. Itu kultur kami," katanya menambahkan.

Venue menembak masih belum 100 persen rampung.Venue menembak masih belum 100 persen rampung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Junaidi menjelaskan sebagian masyarakat Palembang lebih suka berpartisipasi memeriahkan suatu acara ketika sudah berlangsung ketimbang pada masa persiapan. Meski demikian, pria yang sudah sekitar 41 tahun tinggal di Palembang ini tahu betul pentingnya Asian Games 2018 untuk Indonesia.

"Saya ini kan pengemudi angkutan online, jadi memanfaatkan momen agar jangan sampai tidak terasa keuntungan yang didapat dari ajang Asian Games 2018. Jadi bisa cerita sama anak dan cucu. Harusnya Asian Games ini lebih ramai dari SEA Games," ucap Junaidi.

Palembang pernah menjadi tuan rumah SEA Games atau pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara pada 2011. Ketika itu, Indonesia berada di peringkat pertama dengan capaian 182 medali emas, 151 medali perak, dan 143 medali perunggu.

Lebih lanjut Junaidi juga mengabarkan kemacetan berkurang jelang Asian Games 2018, khususnya sepanjang Jalan Sudirman di Palembang, yang menjadi jalan utama.

"Jalan Sudirman tidak macet lagi. Sebelumnya banyak kendaraan parkir sembarangan di sana, sekarang tidak boleh lagi. Jadi sangat berkurang [kemacetan] di Palembang. Kalau ada yang parkir sembarangan, ban mobil dikunci," ujarnya.

Venue panjat dinding juga masih dalam tahap penyelesaian.Venue panjat dinding juga masih dalam tahap penyelesaian. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Senada dengan Junaidi, warga Palembang lainnya Rajim Roqibin juga merasakan hal yang sama soal kemacetan. Ia senang sebagian besar jalanan di Kota Pempek itu menjadi bagus.

"Yang pasti bikin senang adalah tidak ada parkir sembarangan [di Jalan Sudirman]. Tapi tidak tahu ya nanti setelah Asian Games masih tetap seperti ini atau tidak," tutur pria 37 tahun tersebut.

"Yang paling berasa itu LRT [Light Rail Transit] dan jalanan, [kota Palembang] lebih bagus jadinya," tuturnya kembali.

LRT Palembang menjadi yang pertama beroperasi di Indonesia, lebih cepat dari DKI Jakarta. Jalur transportasi tersebut memiliki panjang sekitar 22,3 kilometer dengan total 13 stasiun.

Sama juga dengan Junaidi, Rajim pun merasa euforia Asian Games kurang lebih tiga pekan sebelumnya tidak ada sesuatu yang istimewa.

"Masyarakat Palembang sebagian besar biasa-biasa saja sekarang, tapi kalau saya antusias. Kapan lagi ada Asian Games di sini," ucap Rajim. (jun/har)