Palembang Fokus Persiapan Sirkuit MotoGP Usai Asian Games
Arby Rahmat | CNN Indonesia
Kamis, 26 Jul 2018 18:58 WIB
Palembang, CNN Indonesia -- Kota Palembang baru akan mempersiapkan membangun sirkuit setelah penyelenggaraan Asian Games 2018 berakhir untuk gelaran seri MotoGP 2020 di Indonesia.
Sirkuit rencananya akan dibangun di dalam kompleks Jakabaring Sport City (JSC), yang menjadi area penyelengaraan sejumlah cabang olahraga Asian Games 2018. Sekretaris PT JSC Mirza Zulkarnain Mursalin mengatakan luas area sirkuit itu kurang lebih 100 hektare.
"Harusnya kami sudah mulai bangun. Pak Alex [Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan] bilang fokus untuk Asian Games. Mudah-mudahan setelah Asian Games kami mulai [MotoGP]. Jadi MotoGP ini sudah dapat jaminan kalender penyelenggaraan oleh Dorna apabila desainnya oleh Herman Tilke," kata Mirza kepada CNNIndonesia.com.
"Kami sudah tanda tangan kontrak dengan Herman Tilke, desainnya sudah 90 persen. Kemudian setelah ini tinggal pelaksanaan," katanya menambahkan.
Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, sirkuit MotoGP di Jakabaring nantinya akan memiliki panjang lintasan sekitar 4,3 kilometer dengan lebar lintasan berkisar 12 meter. Sirkuit itu didesain bakal terdiri dari 14 tikungan. Normalnya, pembangunan sirkuit MotoGP diperkirakan memakan waktu 14 bulan.
Lebih lanjut, Mirza menerangkan ada sejumlah kendala dalam meracik desain sirkuit MotoGP di JSC.
"Pada saat membuat desain itu, yang membuat kami berpikir adalah [penyesuaian desain karena keberadaan] rawa purba di lahan kami untuk MotoGP itu tidak semudah yang dipikirkan. Jadi masih memikirkan desain untuk pengelolaan pengkondisian tanah," ucap Mirza.
"Karena tertunda soal itu, maka Pak Alex mengatakan fokus dahulu untuk Asian Games. Pembicaraan ini terjadi pada 2017 akhir," ucapnya melanjutkan.
Letak sirkuit MotoGP berada persis dipinggir danau JSC. Untuk kapasitas tribune, Mirza mengaku belum tahu.
"Persyaratan dari federasi itu tribune tidak mengharuskan permanen, jadi tergantung kebutuhan event. Ini yang membedakan [MotoGP] dengan F1 yang fasilitas pendukungnya harus permanen. Kalau ini [MotoGP], tidak harus permanen," tutur Mirza.
"Doakan, kami akan mulai bangun 2019 sehingga 2020 dapat tempat dalam kalender MotoGP dari Dorna. Rawa purba di sini saja bisa kami sulap untuk menjadi venue Asian Games berkat kerja keras," ujar Mirza. (bac/sry)
Sirkuit rencananya akan dibangun di dalam kompleks Jakabaring Sport City (JSC), yang menjadi area penyelengaraan sejumlah cabang olahraga Asian Games 2018. Sekretaris PT JSC Mirza Zulkarnain Mursalin mengatakan luas area sirkuit itu kurang lebih 100 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, sirkuit MotoGP di Jakabaring nantinya akan memiliki panjang lintasan sekitar 4,3 kilometer dengan lebar lintasan berkisar 12 meter. Sirkuit itu didesain bakal terdiri dari 14 tikungan. Normalnya, pembangunan sirkuit MotoGP diperkirakan memakan waktu 14 bulan.
Lahan di JSC yang akan dibangun sirkuit untuk MotoGP 2020. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Pada saat membuat desain itu, yang membuat kami berpikir adalah [penyesuaian desain karena keberadaan] rawa purba di lahan kami untuk MotoGP itu tidak semudah yang dipikirkan. Jadi masih memikirkan desain untuk pengelolaan pengkondisian tanah," ucap Mirza.
Letak sirkuit MotoGP berada persis dipinggir danau JSC. Untuk kapasitas tribune, Mirza mengaku belum tahu.
"Persyaratan dari federasi itu tribune tidak mengharuskan permanen, jadi tergantung kebutuhan event. Ini yang membedakan [MotoGP] dengan F1 yang fasilitas pendukungnya harus permanen. Kalau ini [MotoGP], tidak harus permanen," tutur Mirza.
Lahan di JSC yang akan dibangun sirkuit untuk MotoGP 2020. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)