ANALISIS
4 Faktor Kevin/Marcus Kalah di Kejuaraan Dunia Bulutangkis
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Jumat, 03 Agu 2018 21:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 saat melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Berikut faktor yang menyebabkan kekalahan Kevin/Marcus.
Kevin/Marcus harus menunda mimpi mereka untuk jadi juara dunia. Lewat pertarungan yang sengit, Kevin/Marcus kalah 19-21 dan 18-21 dari Kamura/Sonoda.
Kekalahan ini membuat Kevin/Marcus mengulang hasil tahun lalu di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018.
Berikut empat faktor yang membuat Kevin/Marcus kalah dari Kamura/Sonoda:
1. Start yang Bagus dari Kamura/Sonoda
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda punya pola yang sama saat mengalahkan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, baik di gim pertama dan kedua. Kamura/Sonoda selalu tampil lebih bagus di awal gim pertama dan kedua.
Modal selisih poin yang besar ini yang membuat Kamura/Sonoda tetap aman di fase akhir tiap gim, meskipun saat itu Kevin/Marcus sedang memegang ritme pertandingan.
2. Mampu Imbangi Kecepatan Minions
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dikenal sebagai ganda putra yang memiliki kecepatan yang bagus. Dalam laga tersebut, Kevin/Marcus juga menunjukkan kecepatan serangan yang biasa mereka miliki.
Namun Kamura/Sonoda berada dalam kondisi terbaik. Mereka percaya diri meladeni tempo permaianan cepat Kevin/Marcus. Permainan cepat Kamura/Sonoda juga disertai penempatan bola yang apik sehingga Kevin/Marcus tak sepenuhnya bisa mengatur alur serangan.
3. Lucky Point di Gim Pertama
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon tengah memegang kendali permainan dan dapat momentum untuk bangkit di pengujung gim pertama. Mereka mampu tiga kali menggagalkan game point Kamura/Sonoda.
Namun Kamura/Sonoda akhirnya tertolong lewat poin keberuntungan di saat akhir. Servis Kevin Sanjaya ke arah Keigo Sonoda tidak berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh Sonoda.
Tetapi kok yang sempat membentur net justru bergulir masuk ke lapangan Kevin/Marcus. Kamura/Sonoda lalu meraih kemenangan di gim pertama yang merupakan langkah krusial di laga ini.
4. Strategi Alternatif Kevin/Marcus Bisa Ditangkal
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon coba mengubah alur permainan dengan memainkan permainan lob di awal gim kedua. Strategi alternatif ini tidak berhasil karena Kamura/Sonoda tetap fokus pada permainan mereka.
Kamura/Sonoda tidak lantas langsung terpaku untuk menyerang ketika Kevin/Marcus memilih untuk mengirimkan pukulan lob. Ganda Jepang ini bahkan mampu unggul 11-5 saat Kevin/Marcus coba merusak ritme permainan mereka dengan strategi alternatif. (har)
Kevin/Marcus harus menunda mimpi mereka untuk jadi juara dunia. Lewat pertarungan yang sengit, Kevin/Marcus kalah 19-21 dan 18-21 dari Kamura/Sonoda.
Kekalahan ini membuat Kevin/Marcus mengulang hasil tahun lalu di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Start yang Bagus dari Kamura/Sonoda
Modal selisih poin yang besar ini yang membuat Kamura/Sonoda tetap aman di fase akhir tiap gim, meskipun saat itu Kevin/Marcus sedang memegang ritme pertandingan.
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda mampu mengimbangi kecepatan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. (AFP PHOTO / MAHMOUD KHALED) |
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dikenal sebagai ganda putra yang memiliki kecepatan yang bagus. Dalam laga tersebut, Kevin/Marcus juga menunjukkan kecepatan serangan yang biasa mereka miliki.
Namun Kamura/Sonoda berada dalam kondisi terbaik. Mereka percaya diri meladeni tempo permaianan cepat Kevin/Marcus. Permainan cepat Kamura/Sonoda juga disertai penempatan bola yang apik sehingga Kevin/Marcus tak sepenuhnya bisa mengatur alur serangan.
3. Lucky Point di Gim Pertama
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon tengah memegang kendali permainan dan dapat momentum untuk bangkit di pengujung gim pertama. Mereka mampu tiga kali menggagalkan game point Kamura/Sonoda.
Namun Kamura/Sonoda akhirnya tertolong lewat poin keberuntungan di saat akhir. Servis Kevin Sanjaya ke arah Keigo Sonoda tidak berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh Sonoda.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon kurang beruntung di saat akhir gim pertama. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
4. Strategi Alternatif Kevin/Marcus Bisa Ditangkal
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon coba mengubah alur permainan dengan memainkan permainan lob di awal gim kedua. Strategi alternatif ini tidak berhasil karena Kamura/Sonoda tetap fokus pada permainan mereka.
Kamura/Sonoda tidak lantas langsung terpaku untuk menyerang ketika Kevin/Marcus memilih untuk mengirimkan pukulan lob. Ganda Jepang ini bahkan mampu unggul 11-5 saat Kevin/Marcus coba merusak ritme permainan mereka dengan strategi alternatif. (har)
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda mampu mengimbangi kecepatan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. (AFP PHOTO / MAHMOUD KHALED)
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon kurang beruntung di saat akhir gim pertama. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)