Asian Games 2018

Indonesia Gemilang di Asian Games 1966 Meski Politik Bergolak

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 15:15 WIB
Indonesia Gemilang di Asian Games 1966 Meski Politik Bergolak Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan ketika meraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia mengalami masa-masa pergolakan politik pada era tahun 1965-1966. Tahun-tahun tersebut merupakan masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru setelah digulingkannya Presiden pertama Indonesia, Sukarno setelah 21 tahun menjabat yang digantikan Soeharto.

Semua dimulai pada 30 September 1965 ketika enam perwira tinggi TNI tewas dalam sebuah aksi yang disebut Gerakan 30 September. Sukarno yang telah lemah secara politik kemudian menyerahkan kekuasaan pada Jenderal Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Meski begitu, dunia olahraga Indonesia seolah tak terpengaruh dengan suasana politik yang semakin memanas di dalam negeri. Buktinya, Indonesia masih bisa menunjukkan taringnya dengan menempati posisi ketujuh dari18 negara peserta di Asian Games 1966 di Bangkok, Thailand.


Indonesia berada di urutan ketujuh klasemen perolehan medali usai mengumpulkan lima medali emas, lima perak dan 12 perunggu. Tenis menjadi cabang olahraga (cabor) yang menjadi penyumbang medali terbanyak lewat tiga emas dan tiga perunggu.

Indonesia Gemilang di Asian Games 1966 Meski Politik BergolakTahun 1966 merupakan masa transisi kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto. (AFP PHOTO / PANASIA)
Lany Kaligis menjadi sosok utama dalam prestasi tenis Indonesia di Asian Games 1966 usai meraih tiga emas di tiga nomor pertandingan berbeda. Di nomor tunggal putri, Lany mengalahkan wakil Jepang Kazuko Kuromatsu.

Di nomor ganda putri, Lany yang berpasangan dengan Lita Liem juga berhasil merebut emas usai memenangkan duel melawan wakil Filipina Desidera Ampon/Patricia Yngayo. Di nomor tim putri, Lany, Lita dan Mien Suhadi berhasil menjadi juara dengan mengalahkan petenis Jepang Kuromatsu, Reiko Miyafi dan Yoko Obata.

Medali emas lainnya didapat dari cabang bulutangkis. Dua medali emas diraih dari nomor tunggal putra atas nama Ang Tjin Siang dan satu lainnya dari nomor ganda putri lewat pasangan Minarni/Retno Kustijah.

Dari cabang lainnya, petinju Merah Putih berhasi membawa pulang dua medali perak. Di susul atletik, loncah indah, menembak, renang dan polo air yang masing-masing meraih satu perunggu.

Dalam daftar perolehan medali, Indonesia kalah dari Jepang yang tampil sebagai juara umum lewat 78 emas, 53 perak dan 33 perunggu. Kemudian dilanjutkan Korea Selatan, Thailand, Malaysia, India dan Iran. (bac)