Maram adalah atlet lompat tinggi kelahiran Gemolong (sekarang Sragen), Jawa Tengah. Usianya masih 17 tahun ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja keras Maram terbayar. Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 ribu kilometer, Maram sukses menyabet medali perunggu. Di India, Maram menyamai catatan rekor nasional miliknya 1,89 meter.
Empat medali perunggu Indonesia lainnya di Asian Games 1951 diraih Hendarsin dari nomor lompat jangkit putra, A.F. Matulessy dari nomor lempar lembing, Anny Salamun dari nomor lempar cakram putri, dan tim atletik putri Indonesia untuk nomor estafet 4x100 meter.
Atas dua prestasi gemilang di PON dan Asian Games, Maram dipanggil kembali untuk memperkuat Indonesia dalam Olimpiade musim panas di Helsinki pada 1952.
Indonesia yang baru saja merdeka tidak memiliki waktu persiapan yang matang untuk mengikuti Olimpiade. Di Olimpiade, Maram tidak berhasil menyelesaikan lompatan setinggi 1,9 meter dan berada di peringkat ke-20 dari 28 atlet dalam putaran final. Alhasil, Indonesia pulang dengan tangan hampa. (har/jun)