Asian Games 2018

Cerita Para Pelapak Berburu Rupiah di Asian Games 2018

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 07:43 WIB
Cerita Para Pelapak Berburu Rupiah di Asian Games 2018 Momen laga Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 dimanfaatkan para pedagang dadakan untuk berjualan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesta Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sejatinya bukan sekadar persaingan di arena dan tribune penonton. Kemeriahan ajang multicabang empat tahunan se-Asia itu juga menjadi pesta bagi mereka, para pelapak musiman, yang berburu rupiah.

Para pedagang ini tahu betul memanfaatkan momen untuk menjajakan barang dagangan mereka di antara keramaian para penonton yang datang ke venue.

Di sekitaran Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi misalnya, sudah tampak berjajar para pelapak dadakan menjual jersey dan pernak-pernik lainnya bernuansa Timnas Indonesia, Selasa (15/8) sore itu. Mereka saling berkompetisi menjual sebanyak-banyaknya dagangan mereka demi mendulang untung.


Laga cabang olahraga sepak bola memang salah satu yang paling menarik minat para penonton. Puluhan ribu para penonton berseragam Merah Putih tampak hilir-mudik untuk menyaksikan Stefano Lilipaly dan kawan-kawan beraksi melawan Palestina hari itu.

Para pelapak kecil memanfaatkan tempat-tempat umum untuk menjajakan dagangan mereka selama laga Timnas Indonesia bertanding di Asiang Games 2018. (Para pelapak kecil memanfaatkan tempat-tempat umum untuk menjajakan dagangan mereka selama laga Timnas Indonesia bertanding di Asiang Games 2018. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Harapan mereka sederhana, agar Timnas Indonesia bisa terus melangkah lebih jauh di Asian Games sehingga para pedagang ini bisa terus membuka lapak. Sayangnya, Merah Putih saat itu kalah 1-2 dari Palestina.

Seperti diungkapkan Ardiansyah, pedagang asongan penjual jersey yang menjajakan dagangannya di area samping dekat pintu Utara Stadion Patriot, tetap tak putus harapan kendati kala itu skuat arahan Luis Milla kalah 1-2. Meski persaingan di antara pedagang disebut cukup ketat, ia yakin antusiasme masyarakat terhadap atribut Timnas Indonesia tak bakal habis jika menang.

"Ya saya juga terus doakan timnas supaya menang ke depannya. Kalau mereka menang dan lanjut terus mainnya, dagangan kan juga laku," kata Ardiansyah yang ditemui CNNIndonesia.com.

Tidak seperti biasanya, Ardiansyah yang juga Ketua RT 06/02 Kecamatan Bekasi Patriot, Bekasi itu menyadari ia tidak bisa berdagang secara leluasa di area Stadion Patriot selama Asian Games 2018 berlangsung. Tak seperti saat Timnas Indonesia menggelar laga uji coba atau pertandingan di kompetisi Liga 1 di mana mereka bisa berjualan bebas di area depan stadion.

"Karena kan selama Asian Games, di area depan stadion harus steril. Harus bersih tidak boleh ada yang jualan. Jadi kita pilih jualan di sini. Tidak apa-apa asalkan tidak di trotoar karena takut ganggu kendaraan yang lewat," ucapnya.

Apalagi sekarang, lanjut Ardiansyah, di area tempatnya berjualan dijaga ketat pihak kepolisian juga Satpol PP untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Para pedagang yang ada di sekitar pintu Utara Stadion Patriot pun tak hanya berasal dari kawasan Jabodetabek. Beberapa juga datang dari luar kota, seperti dari Bandung dan Sidoarjo.

Rata-rata, yang berasal dari Bandung merupakan mereka yang memproduksi jersey Timnas Indonesia KW. Sedangkan yang berasal dari Sidoarjo adalah pedagang yang juga berjualan saat Timnas Indonesia U-16 tampil di Piala AFF U-16 pekan lalu.

"Kemarin saya jualan di Sidoarjo. Ini dagangan yang sama dengan di Sidoarjo, tambahannya jersey baru timnas yang sekarang dipakai di Asian Games, yang Li-Ning," sebut Fauzan, pedangan asal Sidoarjo.

"Ini inisiatif pedagang saja jualan di sini. Yang penting tidak ganggu orang jalan lewat sini," imbuhnya. (bac)