Pebalap asal Bantul itu baru menjalani musim perdana di WorldSSP300, namun sudah berhasil menembus peringkat enam dengan nilai 52.
Selain kemampuan bersaing dengan pebalap-pebalap Eropa, Galang juga tidak seperti pebalap pada umumnya yang ditemani gadis payung pada saat start.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kebiasaan dari dulu," ujar Galang singkat ketika ditanya mengenai alasannya tidak menggunakan umbrella girl di awal start.
Galang Hendra memulai musim perdana di WSSP300 pada musim balap 2018. (Dok. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) |
Keberhasilan Galang melesat di ajang balap motor dunia tersebut tidak terlepas dari kebiasaan positifnya dalam menjaga kebugaran dengan pola makan sehat dan program menjalani latihan fisik sehari-hari.
"Soal makanan tidak ada masalah. Paling kalau kangen makan gudeg kalengan yang dibawa dari sini [Indonesia]," ucap Galang yang juga menolak ketika disodori makanan kecil berupa gorengan.
Selain menggenjot fisik dengan latihan bersepeda, ketika berada di Indonesia Galang juga melatih insting balap dengan simulator buatan sendiri. (har)
Galang Hendra memulai musim perdana di WSSP300 pada musim balap 2018. (Dok. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing)