Asian Games 2018

Erick Sesalkan Sesama Negara Muslim Tuduh Asian Games Curang

Gloria Safira Taylor & ctr, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 20:42 WIB
Erick Sesalkan Sesama Negara Muslim Tuduh Asian Games Curang Erick Thohir menyesalkan sesama negara muslim menuding kecurangan di Asian Games 2018. (INASGOC/Wahyudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir menolak keras tudingan wasit di pertandingan cabang olahraga pencak silat disebut curang. Apalagi, ia menyesalkan tudingan itu datang dari sesama negara mayoritas penduduk muslim.

Sebelumnya, tudingan kecurangan wasit dan juri pencak silat datang dari Presiden Federasi Pencak Silat Asia asal Singapura, Sheik Alauddin Yacoob Marican.

Presiden Komite Olimpiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri, juga mengecam dipertandingkannya pencak silat di Asian Games 2018. Seperti dikutip dari kantor berita Iran Mehr, ia menilai Komite Olimpiade Asia (OCA) sengaja memberi hadiah banyak emas untuk tuan rumah dengan menyetujui pencak silat di ajang itu.


Total 14 dari 16 emas yang disediakan di cabang itu diraih Merah Putih. Berkat torehan tersebut, Indonesia meraih 30 emas dan berada di peringkat keempat. Iran saat ini masih berada di posisi kelima dengan raihan 19 emas.

Erick meminta agar semua negara bisa menjaga sportivitas untuk menerima kemenangan maupun kekalahan. Dia menegaskan, Indonesia pun bakal menerima setiap keputusan juri jika bertanding di negara lain.

"Kita [Indonesia] juga banyak bertanding di negara lain, ketika tuan rumah menjadi negara pemenang bangsa kita enggak pernah mengeluh. Ini yang saya sayangkan kalau ada beberapa negara lain mengeluh, apalagi mohon maaf, negara Islam yang sangat berhubungan baik dengan kita," tutup dia.

Indonesia meraih 14 dari 16 jatah emas cabor pencak silat di Asian Games 2018. (Indonesia meraih 14 dari 16 jatah emas cabor pencak silat di Asian Games 2018. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Dia mengatakan pertandingan bersifat terbuka dan bisa ditonton banyak pihak sehingga sulit diterima logika jika terjadi kecurangan.

"Ini yang saya rasa menolak ketika dibilang curang. Di situ jelas penjuriannya ada di televisi terbuka dan benderanya," kata Erick di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/8).

Erick mengatakan banyak pihak memantau langsung jalannya pertandingan termasuk para panitia. Selain itu Erick bilang juri juga bukan dipilih oleh Indonesia .

"Kita memantau langsung dan seluruh juri-juri dipilih oleh Asian Federation tidak hanya di cabang pencak silat tapi semua," kata Erick.

Karena itu, Erick menyayangkan jika ada negara yang menuding Indonesia curang pada cabor Silat. Menurutnya, adalah wajar banyak atlet yang menyabet Emas jika cabor tersebut memang berasal dari negara asli.

"Kita lihat dominasi negara tertentu ada. Contoh judo, karete, taekwondo pasti ada dominasi dari negara. Lucunya ketika Indonesia prestasi luar biasa kenapa kita dikeluhkan?" terang dia.

Atlet Kalah Jangan Mengamuk

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada semua atlet untuk dapat menerima kekalahan dalam suatu pertandingan tanpa emosi di Asian Games 2018. Hal tersebut menanggapi aksi perusakan yang dilakukan pesilat Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari.

Al Jufferi mengamuk usai kalah dari pesilat Indonesia Komang Harik Adi Putra di final Asian Games 2018 kelas E putra 65-70kg di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8).

Erick mengatakan seharusnya setiap atlet dapat menerima setiap hasil pertandingan apalagi Al Jufferi termasuk salah satu juara dunia pencak silat.
Atlet silat Malaysia Al Jufferi mengamuk saat dikalahkan pesilat dari Indonesia. (Atlet silat Malaysia Al Jufferi mengamuk saat dikalahkan pesilat dari Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
"Biasa kalau kalah, kalau kelas dunia jangan emosi apalagi juara dunia," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/8).

Erick menilai apa yang dilakukan oleh Al Jufferi tidak termasuk dalam sikap moral yang menandakan atlet kelas dunia.

"Mungkin juara dunia secara pertandingan tetapi secara moral kebangsaan belum juara dunia," tuturnya.

Diketahui usai kalah dari Komang Harik, Al Jufferi yang sedang dirundung emosi kedapatan mengamuk dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga jebol. Al Jufferi ketika itu kecewa dengan sejumlah keputusan juri pertandingan. (bac/nva)