Daeng kerap kali terlihat di sejumlah pertandingan olahraga dalam Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang. Ia hadir di beberapa venue seperti dayung, boling, dan skateboard untuk memberi dukungan langsung kepada tim Korea yang bertanding. Penampakannya sama saja seperti orang Korea kebanyakan: berkulit putih dan bermata agak sipit.
Tetapi, mungkin orang tidak akan mengira kalau dia cukup fasih berbahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Karena kemampuannya berkomunikasi itu, Daeng menjadi koordinator suporter Korea yang berada di Palembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepuluh tahun lalu, Daeng pertama kali menginjakkan kakinya di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, ia diundang untuk memberikan pelatihan Yongmoodo kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Sebelum ke Indonesia, saya pernah memberi pelatihan di China dan Amerika Serikat juga. Ketika di Indonesia, saya memberikan pelatihan untuk ulang tahun TNI di Surabaya [Oktober 2008]," kata Daeng yang cukup lancar berbahasa Indonesia kepada CNNIndonesia.com.
Kim Daeng betah di Indonesia karena kerap menjadi pelatih bela diri yongmoodo. (Dok. Istimewa) |
"Saya minta izin kepada orang tua untuk coba tinggal di Indonesia, dan mereka mengizinkan. Sebulan kemudian, saya pulang ke Indonesia dan melatih Yongmoodo," katanya menambahkan.
Otodidak Belajar Bahasa Indonesia
Kecintaan Daeng terhadap Indonesia membuat dia semangat untuk mempelajari apa pun tentang negara berpenduduk kurang lebih 250 juta jiwa tersebut. Ia kemudian bertekad untuk belajar bahasa Indonesia.
"Tidak ada guru, saya belajar sendiri. Saya cari kamus Bahasa Indonesia dan menghafalkan 50 kata per hari. Tapi ketika saya tidur dan kemudian bangun, saya lupa lagi," ucap Daeng yang kini tinggal di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selama pagelaran Asian Games 2018, Kim Daeng sering terlihat di beberapa venue, salah satunya di cabor dayung. (REUTERS/Alfie Lee) |
Butuh waktu tiga tahun bagi Kim untuk bisa menguasai bahasa Indonesia. Hal ini lantaran dia hanya punya waktu berlatih ketika jam istirahat.
"Tergantung cara belajarnya. Tapi kalau Anda ambil kuliah bahasa Indonesia, tentu bisa lebih cepat dari itu," ujar dia.
Selama di Indonesia, Daeng mengaku sudah pernah berkeliling ke berbagai daerah seperti Bali dan Palembang.
Mengakhiri Hidup di Indonesia
Setelah bertahun-tahun tinggal di Indoneia, Daeng merasa betah. Ia bahkan tidak memikirkan niatannya untuk pulang kampung lagi ke Korea Selatan.
Bali menjadi salah satu daerah yang pernah dikunjungi Kim Daeng. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki) |
"Sampai mati mudah-mudahan di Indonesia. Setahun lalu saya sempat pulang ke Korea Selatan, tapi sekarang lebih senang di Indonesia daripada Korea. Bahasa Korea saja saya hampir lupa," ujarnya lalu kemudian tertawa.
Lebih lanjut, Daeng mengatakan saat ini sibuk melatih Pasukan Pengamanan Presiden di Jakarta. Ia juga mengaku masih bujangan di usianya yang kini sudah menginjak 36 tahun.
"Sebelumnya, saya juga melatih Yongmoodo untuk Kostrad [Komando Strategis Angkatan Darat]," tutur dia.
Lihat juga:Arsenal Susah Payah Kalahkan Cardiff 3-2 |
"Orang sipil juga sudah mulai menggeluti bela diri ini," pungkas dia.
Selain menjadi pelatih Yongmoodo, Daeng juga memiliki usaha restoran Korea yang terletak di daerah Kelapa Gading bernama Myeon Ga Myeon Ok. (sry/jun)
Kim Daeng betah di Indonesia karena kerap menjadi pelatih bela diri yongmoodo. (Dok. Istimewa)
Selama pagelaran Asian Games 2018, Kim Daeng sering terlihat di beberapa venue, salah satunya di cabor dayung. (REUTERS/Alfie Lee)
Bali menjadi salah satu daerah yang pernah dikunjungi Kim Daeng. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)