Meski tidak meraih medali, Andi cukup senang bisa menjadi nomor dua terbaik setelah Filipina di antara negara Asia Tenggara yang lain. Medali emas, perak, dan perunggu dicapai atlet dari Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong.
Selain berkarier sebagai atlet, Andi rupanya anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat dari Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Arsenal Susah Payah Kalahkan Cardiff 3-2 |
"Sedangkan saat saya jadi tentara, kemampuan dasar saya adalah sebagai seorang perenang. Jadi saya seperti merasa cocok sudah bisa berenang, punya sepeda, tinggal latihan lari. Nah, 2017 kemarin saya coba ikut Kejurnas Triatlon di Jepara," katanya menambahkan.
Andi Gumilang dan kawan-kawan menempati peringkat kesembilan dalam nomor triatlon campuran Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Andi mengakui latar belakang dia sebagai tentara sangat membantu penampilannya sebagai atlet triatlon Indonesia. Selain itu, ia mengakui kemampuan lari saya juga meningkat.
"Rencana setelah ini fokus di SEA Games 2019 di Filipina. Kans untuk SEA Games, kami bisa meraih emas," ujarnya melanjutkan.
Target emas dari Andi pun diamini manajer tim triatlon Indonesia, Armand van Kempen. Ia optimistis dan menganggap itu sebagai target yang realistis.
"Andi Gumilang sudah menunjukkan perjuangan sebagai prajurit TNI yang sangat bagus, konsisten, dan tanggung jawab. Hasil di Asian Games ini sesuai dengan perjuangannya," tutur dia. (sry/jun)
Andi Gumilang dan kawan-kawan menempati peringkat kesembilan dalam nomor triatlon campuran Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)