Belum Berdamai, Lorenzo Anggap Dovizioso Lambat

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 08:56 WIB
Perseteruan antara Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso belum usai. Belakangan juara dunia tiga kali di kelas MotoGP menganggap rekan setimnya tak bisa bersaing. Jorge Lorenzo menilai Andrea Dovizioso tidak dapat bersaing dengan pebalap papan atas. (REUTERS/Jon Nazca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perseteruan antara Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso belum usai. Belakangan juara dunia tiga kali di kelas MotoGP menganggap rekan setimnya tak bisa bersaing dengan pebalap-pebalap lain.

Di tengah kemunculan Ducati sebagai tim yang merusak persaingan papan atas pada dua musim terakhir, kedua pebalap pabrikan asal Italia itu kembali menampilkan perseteruan.

Lorenzo yang kini menempati peringkat ketiga di klasemen pebalap menegaskan Dovizioso lebih lambat ketimbang dirinya.


"Dovizioso membosankan. Dia mendekati saya dengan delusi dan kebencian. Ini bukan kali pertama dia mengkritik saya. Tapi saya tidak mau menyaksikannya dengan nyaman dan santai lagi," ujar Lorenzo dilansir Speedweek.

Pebalap yang musim depan akan bergabung ke Honda itu menjabarkan fakta keunggulannya atas Dovizioso untuk membalas kritik sang rekan mengenai cara kerjanya yang tidak sesuai dengan tim Ducati.

Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo terlibat dalam tabrakan di MotoGP Spanyol 2018.Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo terlibat dalam tabrakan di MotoGP Spanyol 2018. (AFP PHOTO / JAVIER SORIANO)
"Cara kerja saya telah menghasilkan tiga gelar juara dunia. Saya juga telah memenangi 46 balapan dan saya baru menjalani tahun ke dua di Ducati, dia sudah menjalani tahun keenam [di Ducati]," kata Lorenzo.

Pemilik gelar juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu lantas membandingkan Dovizioso dengan para pebalap papan atas dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

"Bagi Dovizioso, tahun terbaiknya adalah pada MotoGP 2017 sebagai runner-up. Tapi faktanya, selama bertahun-tahun dia berada di belakang [Marc] Marquez, [Valentino] Rossi, saya, [Dani] Pedrosa, dan [Maverick] Vinales. Jika [Casey] Stoner masih membalap, dan [Marco] Simoncelli masih ada di dunia, maka dia akan berada di belakang mereka berdua."

"Saya lebih cepat dibanding dia. Dovizioso harus berpikir kembali mengenai cara kerjanya. Di tahun terbaiknya, dia finis di peringkat kedua pada klasemen pebalap. Dia harus berpikir mengenai dirinya sendiri dan meninggalkan saya," ucap pebalap berusia 31 tahun itu. (nva)