Asian Games jadi ajang besar terakhir bagi Liliyana. Butet tidak sepenuhnya pensiun, karena ia masih memiliki kontrak hingga tahun depan. Berakhirnya karier Liliyana sebagai pebulutangkis profesional bisa terjadi pada Maret 2019 mendatang.
Lihat juga:Detik-detik Rossi Tolak Jabat Tangan Marquez |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liliyana memulai kariernya berpasangan dengan Tontowi Ahmad pada 2010 lalu. Sejak saat itu Tontowi/Liliyana kerap mendulang prestasi.Selain menyabet hattrick gelar All England, Owi/Butet juga keluar sebagai kampiun dalam dua Kejuaraan Dunia (2013 dan 2017). Puncaknya, pasangan tersebut meraih medali emas di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir telah meraih banyak gelar selama berpasangan sejak 2010. (CNN Indonesia/Hesti Rika |
Hanya saja, Liliyana belum bisa menuntaskan hasrat terbesarnya untuk meraih medali emas di Asian Games. Pada kesempatan terakhirnya di Asian Games 2018, Liliyana harus puas dengan medali perunggu bersama Tontowi.
Belum Berpikir Jadi Pelatih
Wanita yang pada 9 September nanti berusia 33 tahun itu juga belum tahu apakah ke depannya akan menjadi pelatih bulutangkis atau tidak. Butet mengaku hanya ingin mengakhiri kariernya bersama Owi dengan baik hingga akhir tahun ini.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas dengan catatan medali perunggu di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah) |
"Di sisa pertandingan nanti berusaha enjoy. Berusaha menikmati, karena mungkin tinggal beberapa pertandingan lagi untuk saya berpasangan dengan Owi," ucap Butet. (ptr/jun)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir telah meraih banyak gelar selama berpasangan sejak 2010. (CNN Indonesia/Hesti Rika
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas dengan catatan medali perunggu di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah)