Liga Mandek, Pemain Timnas Mauritius Ingin Main di Indonesia

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 10:13 WIB
Liga Mandek, Pemain Timnas Mauritius Ingin Main di Indonesia Ilustrasi skuat Mauritius pada 2015. Para pemain Mauritius ingin main di Indonesia karena liga di negara mereka vakum tahun ini. (AFP PHOTO / NICOLAS LARCHE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Mauritius merupakan calon lawan Timnas Indonesia di laga FIFA Matchday di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (11/9).

Berasal dari Afrika Timur, Mauritius merupakan sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia. Tak ada yang istimewa yang dimiliki Mauritius dari sisi sepak bola.

Bahkan, Francisco Filho pelatih timnas Mauritius mengaku dua bulan terakhir kompetisi lokal sepak bola di sana terhenti. Laga di FIFA Matchday kali ini menjadi yang pertama setelah sepak bola di Mauritius vakum beberapa waktu.


"Pemain sedih karena tidak ada liga. Sebab kalau tidak ada liga, pemain kami tidak punya pekerjaan," ucap Filho.

Timnas Indonesia akan menjajal Timnas Mauritius. (Timnas Indonesia akan menjajal Timnas Mauritius. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Hal itu juga yang diakui Filho membuat para pemain mereka berencana untuk mencoba mencari peruntungan karier sepak bola di Indonesia.

"Jika besok di antara mereka ada yang bermain bagus, bisa dilihat. Mungkin dia bisa main di Indonesia. Kalau ada pemain saya yang bagus besok, tanya saja apa dia mau main di Indonesia?" sebut Filho.

Sebelum melawan Timnas Indonesia, Selasa (11/9), Mauritius lebih dulu menjajal kekuatan Singapura. Hasilnya, Mauritius ditahan imbang 1-1 The Lions.

Secara peringkat di ranking FIFA, posisi Mauritius berada di atas Indonesia. Saat ini, mereka menempati posisi 155 sedangkan Indonesia di urutan ke 164 dunia.

Asia menjadi pilihan Mauritius untuk melakoni laga uji coba, termasuk di FIFA Matchday kali ini. Alasannya, jarak tempuh yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke Asia lebih dekat ketimbang mereka melakukan perjalanan ke wilayah Eropa.

"Kenapa Indonesia? Karena lebih dekat dari negara kami. Butuh waktu 18 jam perjalanan ke Prancis, sedangkan ke Singapura cuma butuh waktu tujuh jam plus satu jam ke Indonesia."

"Mestinya kami tidak masuk ke benua Afrika, tapi masuk ke benua Asia karena jaraknya lebih dekat ke Asia," ujar Filho. (bac)