Prestasi Asian Para Games 2018 Diiringi Evaluasi

CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 05:00 WIB
Prestasi Asian Para Games 2018 Diiringi Evaluasi Atlet peraih medali Asian Para Games bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asian Para Games 2018 usai setelah digelar selama sepekan mulai 6 Oktober 2018 di Jakarta dan sekitarnya. Prestasi manis atlet Indonesia diiringi evaluasi penyelenggaraan.

Seperti yang diungkapkan kepala pelatih pelatnas para bulutangkis Muhammad Nurachman yang mengutarakan sistem transportasi atlet dari wisma atlet ke lokasi pertandingan pada awal gelaran Asian Para Games.

"Transportasi hari pertama kedua masih semrawut. Kami kan takutnya atlet tidak tepat waktu datang ke venue. Itu akan berpengaruh pada waktu pertandingan yang berjalan," kata Nur kepada CNNIndonesia.com.


Namun Nur mengaku seiring berjalannya waktu masalah transportasi dapat teratasi tanpa hambatan.

Hal itu juga diakui Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari. Dalam rapat CdM (Chief de Mission) yang digelar setiap pagi, perwakilan dari 43 negara peserta memberikan masukan secara konstruktif terkait penyelenggaraan.

Transportasi sempat menjadi masalah di awal penyelenggaraan Asian Para Games 2018.Transportasi sempat menjadi masalah di awal penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Namun kata Okto, perwakilan dari 43 negara peserta itu tidak hanya memberi kritik, tapi juga memberikan solusi sehingga terjadi kerja sama yang baik dari peserta untuk bersama-sama menyukseskan Asian Para Games 2018.

"Di awal-awal hari pertama kita dapat komplain masalah transportasi dan makanan. Di hari kedua kita masih dapat komplain makanan, transportasi dan di game operation untuk pertandingan-pertandingan yang baru dimulai. Di hari ketiga semuanya sudah hilang. Hari keempat kita sudah mendapatkan apresiasi-apresiasi, jadi orang berterima kasih," jelas Okto disela-sela konferensi pers di GBK Arena, Sabtu (13/10).

Meski sudah berusaha maksimal dan menjawab tantangan yang ada, Indonesia masih belum bisa dikategorikan sebagai negara yang ramah bagi penyandang disabilitas. Selain masalah transportasi, di beberapa venue penyelenggaraan Asian Para Games, fasilitas penunjang kaum disabilitas masih minim.

Di SUGBK misalnya, akses masuk penonton yang menggunakan kursi roda hanya bisa melalui pintu VIP dan melalui lift yang disediakan. Hanya saja, dari dua lift yang tersedia masing-masing hanya bisa dimasuki satu kursi roda.

"Hasil dari pelaksanaan Asian Para Games akan kita berikan rekomendasi yang menjadi catatan bagi pemerintah. Tidak perlu diingatkan pemerintah juga sudah cukup responsif. Melalui Asian Para Games kita bisa menyuarakan lebih keras lagi terhadap awareness. Yang penting orang sudah mau mulai untuk mencari tahu, mau tergerak untuk melakukan sesuatu terhadap disabilitas," terang Okto.

Menuju Tokyo 2020

Di sisi lain, gemilangnya prestasi para atlet Indonesia di ajang Asian Para Games membawa pengaruh positif bagi kelangsungan ajang single event olahraga disabilitas di Indonesia ke depannya.

Di para bulutangkis misalnya, animo besar masyarakat disebut membuat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kaget. Terlebih baru kali ini gelaran para bukutangkis menjual tiket pertandingan bagi penonton yang mau menyaksikan dan tetap ramai penonton.

"Bisa jadi ke depannya nanti kejuaraan dunia para bulutangkis digelar di Indonesia setelah melihat animo masyarakat yang tinggi di Asian Para Games saat ini," terang Nur.

Atlet para bulutangkis berhasil menunjukkan prestasi dengan meraih medali emas di Asian Para Games 2018.Atlet bulutangkis Indonesia berhasil menunjukkan prestasi dengan meraih medali emas di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Nur menambahkan, sampai saat ini belum ada pembicaraan apapun terkait penggabungan pembinaan atlet para bulutangkis dalam kepengurusan di Pengurus Pusat Pesatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Meskipun, program pembinaan yang dilakukan sama-sama fokus pada prestasi atlet menuju Olimpiade dan Paralimpiade 2020.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Senny Marbun berharap setelah ini para atlet bisa langsung melanjutkan pemusatan latihan untuk menghadapi event-event besar yang sudah menanti di depan. Seperti ASEAN Para Games 2019 di Manila dan Paralimpiade 2020 Tokyo.

"Saya mengharapkan doa masyarakat Indonesia untuk NPC tampil di event mancanegara berprestasi supaya nama Indonesia semakin terkenal di mana-mana dan NPC juga dikenal masyarakat pada umumnya. Jadi masyarakat yang disabilitas itu tidak cuma nunggu belas kasihan, tapi kita juga sudah diberi kesempatan untuk jadi pahlawan saat ini," ujar Senny.

"Sekarang kita menikmati keberhasilan yang melesat luar biasa ini dulu, sekaligus menatap persiapan menuju Filipina dan 2020 Tokyo," tutupnya. (TTF/nva)