5 Fakta Menarik Asian Para Games 2018

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 11:49 WIB
5 Fakta Menarik Asian Para Games 2018 Atlet-atlet Indonesia menunjukkan kemampuan bersaing di Asian Para Games 2018. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia untuk kali pertama dalam sejarah menjadi tuan rumah Asian Para Games. Jakarta menjadi tuan rumah ketiga dalam sejarah setelah Asian Para Games pertama kali digelar di Guangzhou, China 2010 dan dilanjutkan di Incheon, Korea Selatan pada 2014.

Dari sisi prestasi, Indonesia berhasil meningkatkan peringkat dari dua perhelatan sebelumnya. Tahun ini kontingen Merah Putih menempati peringkat kelima klasemen perolehan medali dengan mengoleksi 37 medali emas 47 perak dan 51 perunggu. Beberapa catatan lain juga tercipta selama digelarnya ajang Asian Para Games mulai 6-13 Oktober 2018.


CNNIndonesia berhasil menghimpun beberapa fakta menarik dari gelaran Asian Para Games 2018:

1. Indonesia mengukir sejarah baru di sisi prestasi pada Asian Para Games 2018 dengan menempati posisi kelima klasemen perolehan medali. Perolehan medali yang diraih atlet disabilitas Indonesia juga berhasil melewati target yang telah ditetapkan.


Indonesia sebelumnya ditarget untuk meraih 16 medali emas supaya bisa menempati posisi kedelapan. Namun, pada kenyataannya Tim Indonesia berhasil meraih 37 medali emas. Hasil itu menjadi catatan sejarah medali terbanyak yang diraih atlet Indonesia di ajang Asian Para Games sepanjang sejarah.

Atlet-atlet Indonesia berhasil meraih prestasi terbaik di ajang Asian Para Games 2018.Atlet-atlet Indonesia berhasil meraih prestasi terbaik di ajang Asian Para Games 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pada Asian Para Games 2010, Indonesia hanya meraih satu medali emas, dan empat tahun berselang mengumpulkan sembilan medali emas.

2. Perenang asal Iran, Shahin Izadyar, menjadi atlet dengan raihan medali emas terbanyak di Asian Para Games 2018 dengan mengumpulkan enam keping medali emas.

Izadyar meraih medali emas di nomor 100 meter gaya punggung untuk klasifikasi SB9 tuna daksa). Ia juga meraih medali emas di nomor 100 meter gaya beba S10, 200 meter individual medley SM10, 100 meter gaya kupu-kupu S10, 50 meter daya bebas S10 dan 100 meter gaya punggung S10.

3. Asian Para Gamesn 2018 juga tercatat sebagai ajang multievent olahraga disabilitas terbesar di Asia dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan dua gelaran sebelumnya.

Pada edisi pertama Asian Para Games 2010 di Guangzhou, China, tercatat ada 41 negara peserta dengan jumlah atlet 2405. Empat tahun berselang di Incheon, Korea Selatan terdapat 41 negara peserta dengan 2497 atlet.

Hampir tiga ribu atlet dari 43 negara tampil di Asian Para Games 2018.Ribuan atlet dari 43 negara yang tampil di Asian Para Games 2018 mengikuti acara pembukaan. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Sedangkan di Asian Para Games 2018 di Jakarta, tercatat ada penambahan negara peserta yakni 43 negara dengan 2831 atlet yang berpartisipasi di dalamnya.

4. Jepang tersingkir dari posisi tiga besar klasemen perolehan medali Asian Para Games untuk kali pertama. Pada 2010, Jepang menempati peringkat kedua klasemen dengan 32 medali emas, 39 perak dan 32 perunggu.

Pada 2014, Jepang turun ke posisi tiga klasemen perolehan medali dengan 38 emas, 49 perak dan 56 perunggu. Kala itu, Jepang disalip Korea Selatan yang tampil sebagai negara kedua yang meraih medali emas terbanyak di bawah China dengan 72 emas, 62b perak dan 77 perak.


Di Asian Para Games 2018 posisi Jepang kembali tergusur dan harus keluar dari tiga besar Asia. Jepang finis keempat dengan 45 emas, 70 perak dan 83 perunggu. Capaian itu tertinggal dari Iran yang finis ketiga dengan 51 emas, 42 perak dan 43 perunggu.

5. Indonesia menjadi juara umum di cabang olahraga blind chess (catur tuna netra) dengan raihan 11 medali emas dari 24 nomor yang dipertandingkan. (TTF/bac)