Hanya dalam 24 menit, Garuda Nusantara sudah kebobolan tiga gol. Di babak kedua Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan bahkan sempat tertinggal hingga 1-6, sebelum memperkecil ketinggalan jadi 5-6 hingga laga berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia U-19 saat kalah 2-1 dari Arab Saudi pada laga uji coba sebelum Piala Asia U-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sejak awal-awal babak, Indra mencoba memaksakan instruksi penguasaan bola dengan meladeni pertarungan di sektor tengah. Namun, harapan tak seperti kenyataan.
Para gelandang Qatar mudah sekali melakukan intersep umpan-umpan penggawa Indonesia. Sejumlah kesalahan dasar operan-operan tak akurat juga menambah parah situasi bagi Witan Sulaeman dan kawan-kawan. Padahal, akurasi operan menjadi kunci penting agar aliran-aliran bola tetap lancar, terlebih dalam strategi penguasaan bola.
Qatar dengan mudah mencetak enam gol ke gawang Timnas Indonesia U-19 dan menang 6-5. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Serangan balik Qatar begitu mudah mengoyak pertahanan Merah Putih. Celakanya, Uni Emirat Arab (UEA) memiliki serangan balik yang jauh lebih berbahaya dibandingkan Qatar.
Qatar kalah 1-2 dari UEA lantaran memaksakan permainan menekan. Strategi tersebut dijawab tim arahan Ludovic Batelli dengan serangan balik yang efektif.
Tentu tak mungkin Indonesia hanya mengandalkan permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik mengingat kemenangan jadi harga mati bagi mereka.
Di lain pihak, UEA hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan fase perempat final. Mereka kemungkinan kembali menerapkan strategi seperti saat mengalahkan Qatar 2-1.
Tak ada pilihan lain bagi Timnas Indonesia U-19 untuk bermain menekan pertahanan UEA. Daya dobrak Garuda Nusantara saat mencetak empat gol ke gawang Qatar pada babak kedua cukup diperhitungkan.
Lini tengah juga berperan baik membantu menyuplai aliran-aliran bola ke depan. Namun, Timnas Indonesia tetap harus solid dari lini belakang.
Salah satu cara untuk meminimalkan kesalahan, jangan lagi terlalu banyak memainkan penguasaan bola di pertahanan sendiri, terlebih di dalam kotak penalti.
Garuda Nusantara terlalu mudah melakukan kesalahan karena banyak memainkan bola di pertahanan sendiri. Situasi ini yang membuat Qatar terlalu mudah membobol gawang Rachmat Irianto dan kawan-kawan karena banyak melakukan kesalahan.
Duel-duel udara akan menjadi faktor krusial dalam laga Timnas Indonesia U-19 vs timnas UEA. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Tengok saja ketika Pasukan Putih menghajar Taiwan dengan skor 8-1. Tim dari Asia Timur itu jadi santapan para pemain UEA karena kesalahan di lini belakang.
Sebanyak lima dari delapan gol tersebut lahir dari serangan sayap baik umpan silang maupun umpan tarik. Bukan hanya dua sisi sayap, serangan-serangan terobosan UEA juga amat berbahaya.
Koordinasi di lini belakang harus benar-benar solid menghindari kesalahan sekecil apapun. Dua bek tengah Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat, jangan lagi salah komunikasi dalam mengantisipasi serangan-serangan lawan.
Bek sayap timnas Indonesia U-19 seperti, Asnawi Mangkualam Bahar, Firza Andika, Indra Mustafa dan Kadek Aditya Maheswara, juga harus disiplin dalam menjaga pertahanan dari serbuan-serbuan winger lawan. Kerapuhan pertahanan Garuda Nusantara juga karena bek sayap yang terlambat kembali ke pertahanan mereka usai membantu serangan. (bac/nva)
Timnas Indonesia U-19 saat kalah 2-1 dari Arab Saudi pada laga uji coba sebelum Piala Asia U-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Qatar dengan mudah mencetak enam gol ke gawang Timnas Indonesia U-19 dan menang 6-5. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Duel-duel udara akan menjadi faktor krusial dalam laga Timnas Indonesia U-19 vs timnas UEA. (CNN Indonesia/Hesti Rika)