Analisis

Timnas Indonesia U-19 vs UEA, Harus Solid dari Belakang

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 09:49 WIB
Timnas Indonesia U-19 harus solid dalam bertahan dan menyerang untuk menghadapi tim yang nyaris sempurna dalam memanfaatkan peluang seperti Uni Emirat Arab. Timnas Indonesia U-19 harus lebih solid dari lini belakang melawan UEA di Piala Asia U-19 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Qatar memberikan pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia U-19 pada laga Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertahanan skuat arahan Indra Sjafri dibuat kocar-kacir serangan-serangan cepat tim arahan Bruno Pinheiro.

Hanya dalam 24 menit, Garuda Nusantara sudah kebobolan tiga gol. Di babak kedua Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan bahkan sempat tertinggal hingga 1-6, sebelum memperkecil ketinggalan jadi 5-6 hingga laga berakhir.

Dari kekalahan itu terlihat sekali sejumlah cela di skuat Garuda Nusantara. Mulai kesalahan operan, kurang konsentrasi, hingga buruknya koordinasi pertahanan, secara terang benderang diperlihatkan para pemain Timnas Indonesia U-19.


Di antara kelemahan tersebut, permainan skuat muda merah Putih secara umum belum seimbang. Gaya permainan menyerang para pemain untuk menekan pertahanan lawan, tak diimbangi organisasi bertahan yang solid.

Timnas Indonesia U-19 saat kalah 2-1 dari Arab Saudi pada laga uji coba sebelum Piala Asia U-19. (Timnas Indonesia U-19 saat kalah 2-1 dari Arab Saudi pada laga uji coba sebelum Piala Asia U-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Lini belakang yang keropos membuat setiap upaya serangan yang coba dibangun para pemain jadi sia-sia. Tercatat empat dari enam gol kebobolan, merupakan kesalahan fatal lini belakang termasuk kiper Timnas Indonesia U-19.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mencoba bermain terbuka saat meladeni permainan agresif Qatar. Namun, minimnya keseimbangan dalam menyerang dan bertahan membuat Garuda Nusantara kedodoran.

Sejak awal-awal babak, Indra mencoba memaksakan instruksi penguasaan bola dengan meladeni pertarungan di sektor tengah. Namun, harapan tak seperti kenyataan.

Para gelandang Qatar mudah sekali melakukan intersep umpan-umpan penggawa Indonesia. Sejumlah kesalahan dasar operan-operan tak akurat juga menambah parah situasi bagi Witan Sulaeman dan kawan-kawan. Padahal, akurasi operan menjadi kunci penting agar aliran-aliran bola tetap lancar, terlebih dalam strategi penguasaan bola.

Qatar dengan mudah mencetak enam gol ke gawang Timnas Indonesia U-19 dan menang 6-5. (Qatar dengan mudah mencetak enam gol ke gawang Timnas Indonesia U-19 dan menang 6-5. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bandingkan dengan permainan Qatar, mereka bermain sangat sederhana. Serangan umpan-umpan daerah dari lini tengah berjalan baik. Percobaan mereka untuk mencetak gol pun sangat efektif sehingga mengonversi peluang menjadi enam gol.

Serangan balik Qatar begitu mudah mengoyak pertahanan Merah Putih. Celakanya, Uni Emirat Arab (UEA) memiliki serangan balik yang jauh lebih berbahaya dibandingkan Qatar.

Qatar kalah 1-2 dari UEA lantaran memaksakan permainan menekan. Strategi tersebut dijawab tim arahan Ludovic Batelli dengan serangan balik yang efektif.

Tentu tak mungkin Indonesia hanya mengandalkan permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik mengingat kemenangan jadi harga mati bagi mereka.

Di lain pihak, UEA hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan fase perempat final. Mereka kemungkinan kembali menerapkan strategi seperti saat mengalahkan Qatar 2-1.

Tak ada pilihan lain bagi Timnas Indonesia U-19 untuk bermain menekan pertahanan UEA. Daya dobrak Garuda Nusantara saat mencetak empat gol ke gawang Qatar pada babak kedua cukup diperhitungkan.

Lini tengah juga berperan baik membantu menyuplai aliran-aliran bola ke depan. Namun, Timnas Indonesia tetap harus solid dari lini belakang.

Salah satu cara untuk meminimalkan kesalahan, jangan lagi terlalu banyak memainkan penguasaan bola di pertahanan sendiri, terlebih di dalam kotak penalti.

Garuda Nusantara terlalu mudah melakukan kesalahan karena banyak memainkan bola di pertahanan sendiri. Situasi ini yang membuat Qatar terlalu mudah membobol gawang Rachmat Irianto dan kawan-kawan karena banyak melakukan kesalahan.

Timnas Indonesia U-19 vs UEA, Harus Solid dari BelakangDuel-duel udara akan menjadi faktor krusial dalam laga Timnas Indonesia U-19 vs timnas UEA. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
UEA tak berbeda dari Qatar dalam hal efektivitas penyelesaian akhir. Kesalahan sekecil apapun langsung dihukum oleh para penyerang tim itu menjadi gol.

Tengok saja ketika Pasukan Putih menghajar Taiwan dengan skor 8-1. Tim dari Asia Timur itu jadi santapan para pemain UEA karena kesalahan di lini belakang.

Sebanyak lima dari delapan gol tersebut lahir dari serangan sayap baik umpan silang maupun umpan tarik. Bukan hanya dua sisi sayap, serangan-serangan terobosan UEA juga amat berbahaya.

Sedikit saja pertahanan menunjukkan tak solid, bakal menjadi sasaran empuk dari tim seperti UEA. Bukan tidak mungkin lawannya itu bakal pesta gol.

Koordinasi di lini belakang harus benar-benar solid menghindari kesalahan sekecil apapun. Dua bek tengah Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat, jangan lagi salah komunikasi dalam mengantisipasi serangan-serangan lawan.

Bek sayap timnas Indonesia U-19 seperti, Asnawi Mangkualam Bahar, Firza Andika, Indra Mustafa dan Kadek Aditya Maheswara, juga harus disiplin dalam menjaga pertahanan dari serbuan-serbuan winger lawan. Kerapuhan pertahanan Garuda Nusantara juga karena bek sayap yang terlambat kembali ke pertahanan mereka usai membantu serangan. (bac/nva)