Bos Honda Sebut Marquez Sebagai Pebalap Penurut dan Tak Bawel

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 10:20 WIB
Bos Honda Sebut Marquez Sebagai Pebalap Penurut dan Tak Bawel Marc Marquez memastikan gelar juara MotoGP 2018 setelah meraih kemenangan di MotoGP Jepang. (REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pebalap yang kini menjadi bos tim Honda Alberto Puig menyebut Marc Marquez sebagai pebalap yang penurut dan tidak bawel kendati sudah berkali-kali menjadi juara dunia MotoGP.

Titel kelima yang diraih Marquez di MotoGP Jepang akhir pekan lalu langsung mendapat sambutan meriah termasuk dari Puig. Pria yang menggantikan Livio Suppo sebagai bos Honda tersebut menilai mantan juara 125cc dan Moto2 memiliki segalanya untuk menjadi juara.

"Saya tahu dia adalah seorang kampiun, seseorang yang cepat dan memliki kemampuan besar untuk melakukan adaptasi dengan berbagai macam keadaan dan berbagai macam sepeda motor," kata Puig dilansir motorsport.


Puig juga memiliki kesan tersendiri dengan pebalap termuda yang meraih gelar juara MotoGP tersebut. Bagi Puig, Marquez memiliki kepribadian yang sopan kendati sudah memiliki nama besar sebagai juara dunia.

Marc Marquez sudah meraih lima gelar juara dunia MotoGP, hanya tertinggal tiga gelar juara dari Giacomo Agostini sebagai peraih gelar juara MotoGP terbanyak.Marc Marquez hanya tertinggal tiga gelar juara dari Giacomo Agostini sebagai peraih gelar juara MotoGP terbanyak. (REUTERS/Toru Hanai)
"Dari sudut pandang pribadi saya, dia adalah seseorang yang memberi perhatian dan mendengarkan saran meski dia adalah juara dunia. Ini adalah fakta yang jarang terjadi di kalangan juara sepertinya," aku sosok yang menjadi pengorbit Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

"Dia selalu berevolusi secara konstan. Dia mampu beradaptasi dengan kondisi dan motor yang ada. Banyak orang yang tidak bisa seperti itu," jelasnya lagi.

Mengenai kemampuan Marquez beradaptasi dengan kondisi beragam motor, Puig juga mengakui Honda tidak selalu dapat memenuhi permintaan pebalap yang sudah mengumpulkan tujuh gelar juara dunia itu.

"Terkadang Anda harus menambah sesuatu yang tidak ditemukan di motor dan Marc adalah orang yang memiliki kemampuan seperti itu. Orang lain belum tentu bisa. Dia tidak komplain dan kami telah menjalani itu selama sepanjang waktu ini dan harus diakui Honda tidak selalu mampu menyediakan apa yang dibutuhkan seorang juara," kata Puig. (nva/bac)