Indra Sjafri: Witan Aset Sepak Bola Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 02:21 WIB
Indra Sjafri: Witan Aset Sepak Bola Indonesia Witan Sulaeman dianggap sebagai aset sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri angkat topi untuk salah satu pemainnya, Witan Sulaeman, yang tampil gemilang selama Piala Asia U-19 2018.

Witan merupakan pahlawan Garuda Nusantara. Gol semata wayangnya pada menit ke-23 saat melawan Uni Emirat Arab, Rabu (24/10), membawa Timnas Indonesia U-19 lolos ke perempat final Piala Asia U-19 2018.

Tidak hanya itu, Witan juga salah satu pemain paling produktif di skuat Timnas Indonesia. Dalam tiga pertandingan Garuda Nusantara di Grup A, pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, itu sudah mencetak tiga gol. Torehan tersebut menyamai catatan Todd Rivaldo Ferre.


Posisinya sebagai gelandang serang yang bermain di belakang striker memberikan keleluasaan bagi Witan untuk bergerak, sekaligus mencetak gol saat penyerang Timnas Indonesia U-19 mengalami kebuntuan.

"Kalau Witan ya, itulah Witan. Saya pikir Witan semakin hari dari Piala AFF sampai sekarang dengan usia termuda 17 tahun adalah aset sepak bola kita," ujar Indra dalam konferensi pers seusai pertandingan

"Saya puas, ini anak perlu kita jaga supaya berkembang dan tetap tertata dengan baik," Indra menambahkan.

Witan sudah mencetak tiga gol di Piala AFC U-19 2018.Witan sudah mencetak tiga gol di Piala AFC U-19 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Tidak hanya Witan, Indra Sjafri juga senang dengan permainan Indra Mustafa sebagai pemain pengganti. Dalam laga melawan UEA, Indra masuk di babak kedua untuk menggantikan Saddil Ramdani guna memperkuat lini pertahanan setelah Nurhidayat dikartu merah.

"Indra Mustafa melakukan tugasnya dengan baik. Dia cukup bermanfaat bagi tim," ucap Indra Sjafri.

Mantan pelatih Bali United itu juga menjelaskan mengenai pergantian Saddil dengan Indra Mustafa. Menurut Indra, saat itu tim pelatih tidak memiliki pilihan lain selain menarik keluar Saddil. Keputusan mengganti Saddil pun sudah melewati pertimbangan yang matang.

Indra Sjafri belum mengetahui kondisi cedera Egy.Indra Sjafri belum mengetahui kondisi cedera Egy. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Selain dia, kira-kira siapa? Yang jelas kami ada hitungan sendiri. Alasannya adalah kalah ganti Egy, dia masih bagus," kata Indra.

"Saddil alasannya karena dia pernah buat tiga kali kehilangan peluang. Keputusan itu yang saya ambil dengan segala resiko. Saya harus kurangi satu pemain depan untuk tambah bek tengah," Indra menuturkan.

Tentang cederanya Egy Maulana Vikri jelang pertandingan berakhir, Indra belum bisa berkomentar banyak.

"Egy besok baru ketahuan cederanya apa, karena hari ini tim dokter belum bisa menyimpulkan. Saya belum tahu pasti," ucap Indra. (map/sry)