Tradisi Masalah Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 15:51 WIB
Tradisi Masalah Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF Timnas Indonesia akan berlaga di Piala AFF edisi ke-12 pada 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Problem jelang kejuaraan antarnegara Asia Tenggara sudah menjadi tradisi bagi Timnas Indonesia yang akan tampil di Piala AFF. Tahun ini fokus Stefano Lilipaly dan kawan-kawan sempat kabur lantaran ketidakjelasan pelatih dan kompetisi Liga 1 2018 yang masih berlangsung.

PSSI baru memutuskan Bima Sakti menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia 20 hari jelang kick-off perdana di Piala AFF 2018 melawan Singapura di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11).

Setelah Bima dipastikan menggantikan Luis Milla, persoalan yang sempat timbul adalah tarik ulur pemain antara klub dan timnas. Sriwijaya FC berkeinginan menahan Zulfiandi dan Beto Goncalves demi kepentingan menghindar dari zona degradasi di Liga 1 2018.


Liga 1 2018 memang belum selesai hingga perhelatan Piala AFF 2018 dimulai. Bertepatan dengan laga Indonesia melawan Singapura, Liga 1 pekan ke-30 juga bergulir.

Sejak awal penyelenggaraan kompetisi tertinggi sepak bola di Indonesia memang sudah diketahui akan menabrak jadwal Piala AFF karena diprediksi akan berakhir pada awal Desember 2018.

Alfred Riedl tidak leluasa memilih pemain pada Piala AFF 2016.Alfred Riedl tidak leluasa memilih pemain pada Piala AFF 2016. (Antara Foto/WIdodo S Jusuf)
"Jadwal [Liga 1 2018] akan bertabrakan dengan Piala AFF. Kenapa kami berani? Karena ada sinyal dari PSSI untuk boleh ditabrak. Kami dapat persetujuan dari PSSI kami boleh main bentrok dengan Piala AFF," kata Tigor usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) LIB di Jakarta, awal Maret 2018.

Sebagai perbandingan, kompetisi di negara Asia Tenggara lainnya sudah selesai sebelum Piala AFF 2018.

Liga Super Malaysia menjadi yang pertama usai, yakni pada 29 Juli, disusul liga di Laos, Timor Leste dan Filipina yang berakhir Agustus.

Kompetisi di Kamboja dan Myanmar berakhir beriringan pada 22 dan 23 September, sedangkan liga Thailand, Singapura dan Vietnam habis pada Oktober.

Dua tahun lalu masalah bentrok jadwal liga dan Piala AFF juga terjadi. Ketika itu problem diredam dengan pembatasan pemanggilan pemain dan Alfred Riedl hanya boleh memanggil maksimal dua pemain dari satu klub.

Pada 2016, negara-negara tetangga juga sudah menyelesaikan kompetisi pada bulan September hingga Oktober termasuk tiga negara lain yang masuk babak empat besar seperti Myanmar, Vietnam, dan sang juara Thailand.

Ditarik lebih jauh lagi pada 2004, pemain Timnas Indonesia bahkan sempat bermain di klub masing-masing setelah menjalani fase grup Piala AFF di Vietnam sebelum menjalani laga semifinal melawan Malaysia.

Kompetisi di Indonesia sebetulnya pernah selesai sebelum Piala AFF berlangsung, seperti yang terjadi pada 2014 ketika Persib meraih gelar juara pada 7 November atau dua pekan sebelum penyelenggaraan Piala AFF ke-10.

Hal lain yang pernah menjadi masalah dalam persiapan Timnas Indonesia ke Piala AFF adalah dualisme federasi yang berdampak buruk pada keikutsertaan Piala AFF 2012.

Liga 1 2018 akan bergulir hingga Desember 2018.Liga 1 2018 akan bergulir hingga Desember 2018. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang/hp/18)
Setelah menjadi runner up pada 2010, dua tahun berselang Timnas Indonesia tidak dapat diperkuat pemain-pemain yang kerap menjadi andalan.

Hampir seluruh pemain yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL) tidak mendapat restu bermain di Piala AFF karena Timnas Indonesia yang dikirim adalah skuat yang dibawahi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin, sementara ISL berada di bawah kendali pihak La Nyalla Mattalitti. Kondisi tersebut membuat pelatih Nilmaizar harus membawa pemain-pemain anyar minim jam terbang di level internasional.

Finis di peringkat ketiga pada fase grup memastikan skuat Garuda gagal tampil di semifinal untuk kali kedua setelah 2007.

Piala AFF adalah gelar yang didambakan dan sudah sewajarnya trofi tersebut diperjuangkan sebagai pemuas dahaga gelar prestasi sepak bola Indonesia baik oleh federasi dan operator liga.

Terlepas dari munculnya berbagai polemik yang muncul, tentunya harapan untuk mengangkat trofi Piala AFF yang merupakan lambang supremasi sepak bola di Asia Tenggara tetap melekat pada Timnas Indonesia akhir tahun ini. (nva/har)