Duel Tontowi/Liliyana lawan He/Du berlangsung ketat di awal gim pertama. Tontowi/Liliyana sempat unggul 5-2 namun kemudian He/Du berbalik unggul 9-7. Lewat pertarungan ketat, He/Du memimpin satu poin, 11-10 saat interval.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuk ke gim kedua, He/Du sempat unggul lima poin, 10-5 dan berlanjut menjadi 16-11. Performa Tontowi/Liliyana sempat membaik dan poin demi poin yang mereka dapatkan membuat Tontowi/Liliyana hanya berjarak satu angka, 16-17 dari He/Du.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di babak perempat final Fuzhou China Terbuka. (Dok. Humas PBSI) |
Bila tidak lolos ke BWF Super Series Finals, turnamen ini bisa jadi turnamen terakhir dalam karier Liliyana Natsir. Setelah China Terbuka, Tontowi Ahmad akan berpasangan dengan Della Destiara di tiga turnamen berikutnya di Hong Kong, India, dan Korea.
Liliyana memang berencana untuk gantung raket. Namun tak menutup kemungkinan Liliyana akan menjadikan Indonesia Masters di awal tahun 2019 sebagai turnamen terakhir sebelum ia gantung raket.
(ptr/nva)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di babak perempat final Fuzhou China Terbuka. (Dok. Humas PBSI)