Mantan Pelatih Ungkap Kelemahan Timnas Filipina

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 10:08 WIB
Mantan Pelatih Ungkap Kelemahan Timnas Filipina Simon McMenemy pernah melatih timnas Filipina di Piala AFF 2010. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy, mengungkapkan kelemahan skuat berjuluk The Azkals yang saat ini ditangani mantan pelatih timnas Inggris, Sven Goran Eriksson, dalam Piala AFF 2018.

Filipina akan menjadi lawan terakhir bagi Timnas Indonesia dalam laga fase grup yang akan berlangsung 25 November mendatang.

McMenemy yang pernah melatih timnas Filipina pada tahun 2010 dan sempat menghadapi Timnas Indonesia pada semifinal Piala AFF 2010 menilai titik lemah mantan tim yang diasuhnya berada di lini belakang.


"Kelemahan mereka ada di posisi bek tengah," ujar Simon menunjuk daerah yang diisi Amani Aguinaldo dan Alvaro Silva seperti dilansir Antara.

Dalam dua pertandingan yang sudah dilalui timnas Filipina di Piala AFF 2018, dua gol bersarang di gawang kesebelasan yang dihuni banyak pemain berdarah campuran itu.

Timnas Filipina dihuni banyak pemain yang memiliki pengalaman di Eropa.Timnas Filipina dihuni banyak pemain yang memiliki pengalaman di Eropa. (Courtesy of affsuzukicup.com)
Gawang Filipina dua kali dibobol pemain Timor Leste pada laga yang berlangsung Jumat (17/11). Sementara ketika menghadapi Singapura, Phil Younghusband dan kawan-kawan mencatatkan clean sheet.

Selain menyebut titik lemah Filipina, McMenemy juga menjelaskan keunggulan Filipina yang terletak pada kemampuan dalam melaksanakan strategi lantaran dihuni pemain-pemain yang sedang atau pernah mendapat pengalaman bermain di Eropa.

"Pengetahuan pemain Filipina lebih baik dibandingkan Indonesia karena banyak pemainnya bermain di luar negeri seperti Inggris, Belgia dan Jerman," jelas McMenemy.

Pelatih asal Skotlandia yang kini menangani Bhayangkara FC itu menegaskan Timnas Indonesia harus mengambil keuntungan sebagai tuan rumah.

"Indonesia harus tampil disiplin sesuai taktik melawan Filipina. Keuntungan Indonesia adalah bermain di kandang, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Soal pelatih, menarik menyaksikan persaingan Eriksson dan Bima Sakti, tetapi yang bermain di lapangan adalah sebelas melawan sebelas pemain," ucap pria 40 tahun itu.

"Jika SUGBK dalam keadaan penuh, Indonesia berpeluang besar memenangkan pertandingan. Kondisi stadion yang penuh dengan suporter akan meningkatkan motivasi pemain Indonesia. Sebaliknya, bagi lawan itu merupakan suasana yang mengintimidasi," tambahnya.

Sebelum menghadapi Timnas Indonesia, Filipina akan bertemu dengan Thailand dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (21/11). (nva)