Exco PSSI Bahas Timnas Indonesia Sebelum Laga Lawan Filipina

CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 20:58 WIB
Exco PSSI Bahas Timnas Indonesia Sebelum Laga Lawan Filipina Exco PSSI akan membahas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa menyebut bakal menggelar rapat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (25/11) siang. Rapat diagendakan membahas penampilan Timnas Indonesia yang gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018.

Di hari yang sama, Timnas Indonesia bakal menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Menurut Gusti Randa, kritik suporter yang menyalahkan PSSI atas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 dianggap sebagai masukan.


"Pertama, evaluasi sistem kepelatihan dan penunjukkan pelatih. Gagalnya U-16, U-19 dan senior dan keberadaan pelatih harus dievaluasi. Nanti, tanggal 25 [November] sebelum lawan Filipina ada rapat Exco di Hotel Sultan dan akan dibahas juga [soal evaluasi]." kata Gusti Randa melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).

Kedua, lanjut Gusti Randa, jadwal pertandingan timnas ke depannya harus selaras dengan jadwal liga. Sehingga pada waktu pemanggilan pelatnas, pemain dalam kondisi libur agar penampilan di Timnas Indonesia bisa maksimal.

Gusti Randa menjadi salah satu anggota komite eksekutif PSSI.Gusti Randa menjadi salah satu anggota komite eksekutif PSSI. (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat Putratama H.)
Berbeda dengan kompetisi di negara-negara lain yang sudah selesai bergulir ketika Piala AFF 2018 berlangsung, Liga 1 2018 baru akan berakhir pada Desember mendatang.

"Penyelenggaraan liga harus ditinjau dengan kalender 2019. Di 2019 untuk timnas target kita ada SEA Games 2019 Filipina, tapi kan tidak bisa ujuk-ujuk membentuk timnas, ini harus dari awal dibuat skema, tidak boleh instan dan memang harus membutuhkan waktu, pemikiran dan lainnya," jelas Gusti Randa.

Mengenai permintaan suporter yang meminta Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi untuk mundur dari jabatannya melalui tanda pagar #Edyout, Gusti menyatakan akan melihat aturan organisasi PSSI jika ada pelanggaran statuta.

Gusti juga menyebut Edy tidak perlu turun dari jabatan sebagai bentuk pertanggung jawaban atas target prestasi yang tidak tercapai.

"Misalnya, rangkap jabatan itu apakah pelanggaran regulasi? Lihat juga ketika memberikan kebijakan atau putusan itu harus berbasis regulasi. Kalau tidak ada regulasi yang dilanggar tapi diminta harus turun, bagimana coba? Atau target [Timnas] tidak tercapai, harus turun. Tidak begitu juga," sebutnya.

"Karena di Piala Dunia jika targetnya tidak tercapai tidak turun [Ketua Umumnya], mungkin yang diganti pelatihnya. Netizen harus diedukasi juga. Tidak bisa juga jadi alasan kita ambil keputusan," tandasnya. (TTF/nva)