Soal #EdyOut, Exco PSSI Merasa dapat Tekanan Berat

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 10:58 WIB
Soal #EdyOut, Exco PSSI Merasa dapat Tekanan Berat Edy Rahmayadi terus mendapat tekanan untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa mengatakan pihaknya seperti diserang dari empat penjuru mata angin terkait tuntutan suporter Timnas Indonesia yang meminta Edy Rahmayadi mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum.

Gusti Randa mengatakan PSSI sangat sadar dan tidak menutupi adanya tuntutan agar Edy mundur. Tuntutan yang juga disertai dengan tanda pagar #EdyOut itu sempat viral di media sosial.

Sejumlah poster bertuliskan #EdyOut juga tampak ketika Timnas Indonesia menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11). Yel-yel 'Edy Out' juga sempat terdengar dari tribune penonton.


Suporter Timnas Indonesia mendesak Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mundur.Suporter Timnas Indonesia mendesak Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mundur. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Kondisi itu disebut Gusti menjadi salah satu pembahasan di rapat Exco PSSI, Minggu (25/11). Gusti mengatakan Exco PSSI merasakan tekanan luar biasa menyusul hasil buruk yang didapat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

"Karena PSSI dapat atensi negatif dari empat arah mata angin. Pertama dari Selatan, publik ini sudah muak dengan PSSI, betul tidak? Lalu dari Utara ada tekanan, bisa dilihat pemerintah gesturnya sudah marah ke PSSI. Dari kiri-kanan media pun menekan ini. Nah, bagaimana PSSI sekarang? Harus punya sikap," kata Gusti usai rapat Exco di Jakarta.

Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2018.Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lebih lanjut Gusti berharap Anggota Exco PSSI bisa berbicara langsung dengan Edy yang tidak hadir dalam rapat. Gusti mengatakan Exco PSSI harus bisa secepatnya mengambil sikap untuk mengatasi permasalahan yang ada.

"Lalu masalah rangkap jabatan? Exco cuma bisa menyarankan, tapi orangnya [Edy] tidak ada. Bagaimana bisa dibicarakan kalau ketua umumnya tak ada. Ketum saat ini di Sumatera Utara. Dia kan bagian dari Exco sehingga itu harus disikapi, kalau tidak bisa panjang," ujar Gusti.

PSSI pimpinan Edy Rahmayadi terus mendapat kritikan sejak sebelum ajang Piala AFF 2018. Suporter Timnas Indonesia kecewa dengan kegagalan PSSI mempertahankan pelatih Luis Milla, prestasi buruk Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, hingga ke rangkap jabatan yang dijalani Edy. (TTF/nva)