ANALISIS

Mourinho Tak Pernah Salah soal 'Virus' Pogba

Tim, CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 19:49 WIB
Mourinho Tak Pernah Salah soal 'Virus' Pogba Jose Mourinho seperti tak pernah absen mengkritik Paul Pogba di musim ini. (Reuters/Andrew Couldridge)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Manchester United Jose Mourinho kembali terlibat perseteruan dengan gelandang Paul Pogba musim ini. Mourinho menyebut pemain asal Perancis itu sebagai 'virus' di skuat Setan Merah usai timnya ditahan imbang Southampton 2-2 di Stadion Saint Mary's, Sabtu (1/12).

Mourinho kecewa dengan penampilan Pogba saat melawan Southampton. Salah satunya ketika Pogba membiarkan penyerang Nathan Redmond melepaskan tembakan jarak jauh guna menguji ketangguhan kiper David de Gea pada menit ke-80.

Penampilan Pogba saat melawan Southampton tidak istimewa, sangat jauh jika dibandingkan dengan statusnya sebagai pemain termahal Man United usai direkrut dari Juventus dengan banderol £89,3 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun pada 2016.


Melawan The Saints, Pogba yang tampil selama 90 itu hanya melepaskan satu tembakan ke gawang lawan. Padahal menurut situs Whoscored Pogba merupakan pemain dengan kemampuan dribel, duel udara, kontrol bola, serta tembakan jarak jauh yang bagus.

Awalnya Mourinho senang dengan permainan Man United yang dengan kemampuan penguasaan bola yang baik. Marcus Rashford dan kawan-kawan bisa memainkan tempo sesuai keinginan manajer asal Portugal itu.

"Pada periode itu [pemain Man United] memegang bola, mereka membuat keputusan yang tepat. Mereka memainkan satu sentuhan dan dua sentuhan sepak bola. Mereka membuat bola tiba dengan cepat ke dalam dua pemain menyerang," ujar Mourinho dikutip dari Sky Sports.

Gol-gol yang dicetak Southampton ke gawang David de Gea disebut Mourinho akibat pemainnya mudah kehilangan bola.Gol-gol yang dicetak Southampton ke gawang David de Gea disebut Mourinho akibat pemainnya mudah kehilangan bola. (Reuters/Matthew Childs)
Mourinho hanya menyayangkan dua gol yang berbuah keunggulan untuk Southampton karena kesalahan pemainnya, terutama karena pemain tim tamu mudah kehilangan bola. Mudahnya pemain Man United kehilangan bola ini merujuk kepada Pogba.

Dikutip dari Opta, Pogba menjadi yang paling banyak kehilangan bola di antara pemain Man United. Pogba tercatat 25 kali kehilangan bola disusul Ashley Young dengan 24 kali, Luke Shaw 19 kali sedangkan Romelu Lukaku 17 kali.

Pogba tidak sendiri sebagai pemain yang sering kehilangan bola dan tidak juga menciptakan peluang gol untuk timnya. Laporan dari Sky Sports menyebut Philip Billing (Huddersfield) dan Granit Xhaka dari Arsenal adalah gelandang yang mengalami nasib nahas seperti Pogba.

Hanya saja, Billing dan Xhaka bukan pemain besar seperti Pogba. Harga serta kualitas keduanya tidak lebih baik dari gelandang 25 tahun tersebut. Karena itu tidak heran jika Pogba kerap menjadi sorotan saat performanya tidak baik.

Pogba banyak dapat kiritik dari Mourinho di musim ini.Pogba banyak dapat kiritik dari Mourinho di musim ini. (Reuters/Matthew Childs)
Kritik yang selama ini dilontarkan Mourinho untuk Pogba seperti ada benarnya dalam pertandingan pekan ke-14 Liga Primer Inggris itu. Pasalnya, sebagai gelandang dengan fungsi sebagai pengatur serangan, Pogba juga hanya melakukan 51 operan di markas Southampton. Operan Pogba itu hanya unggul atas Marouanne Fellaini (49 operan) dari empat gelandang yang dimainkan Mourinho. Sementara Ander Herrera dan Nemanja Matic memiliki 60 serta 75 operan.

Performa buruk Pogba pada akhir pekan lalu berlanjut pada statistik akurasi operan. Dikutip dari Opta akurasi Pogba merupakan yang paling rendah dari seluruh gelandang The Red Devils saat melawan Southampton. Pogba memiliki akurasi 84,3 persen, sedangkan Matic (89,3 persen), Fellaini (85,7 persen), dan Herrera (93,3 persen).

Sebagai bintang klub sebesar Setan Merah, kualitas Pogba saat menghadapi Southampton juga seperti ironi. Pogba yang masuk kandidat sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 tidak melepaskan satu umpan kunci untuk lini serang Man United dalam laga tersebut.

Dari 13 pertandingan di Liga Primer Inggris, Pogba juga merupakan pemain bintang lini tengah dengan jumlah operan kunci paling sedikit. Di sepanjang musim ini Pogba tercatat hanya mengumpulkan 20 operan kunci.

Operan kunci Pogba masih kalah dibandingkan dengan Bernardo Silva yang baru merasakan Liga Inggris pada musim lalu. Di musim ini Bernardo sudah melepaskan 27 operan kunci. Mesut Oezil (Arsenal), Christian Eriksen (Tottenham Hotspur), Willian (Chelsea), adalah gelandang tengah dengan catatan operan kunci yang lebih baik dibanding Pogba.

Di musim ini Pogba tidak saja bermasalah dengan kualitas individu, tetapi juga mental bermain. Puncaknya saat Mourinho mencopot posisi ban wakil kapten Man United dari Pogba lantaran dianggap tidak memiliki karakter yang pas untuk memimpin rekan-rekannya.

Mourinho benar. Karena, menjadi ironi apabila memberikan kepercayaan sebagai kapten tim kepada pemain yang tidak memiliki jiwa pemimpin serta kualitas individu yang baik di posisinya.

Padahal meski kerap 'menyentil' Pogba, Mourinho masih tetap memberikan kepercayaan penuh kepada pemain kelahiran Lagny-sur-Marne itu baik sebagai starter atau tampil penuh dalam sebuah pertandingan. (sry/har)